kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Begini Strategi Multi Makmur Lemindo (PIPA) Optimistis Raih Penjualan Rp 38 Miliar


Minggu, 07 September 2025 / 07:17 WIB
Begini Strategi Multi Makmur Lemindo (PIPA) Optimistis Raih Penjualan Rp 38 Miliar
ILUSTRASI. Multi Makmur Lemindo (PIPA) targetkan penjualan bisa meningkat menjadi Rp 38 miliar hingga akhir tahun 2025


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) optimistis raih penjualan sebesar Rp 38 miliar hingga akhir 2025. Manajemen yakin proyeksi itu dapat dicapai seiring dengan upaya pemerintah dalam memenuhi backlog.

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), jumlah backlog berdasarkan kepemilikan mencapai 9,90 juta unit pada 2023 dengan jumlah backlog berdasarkan kepenghunian sebesar 6,69 juta. 

Seperti diketahui, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) berencana untuk mengatasi kekurangan rumah tangga (backlog) di Indonesia. Pada tahun 2025, BP Tapera menargetkan pembiayaan untuk 350.000 unit rumah subsidi.

Selain itu, pasar properti bekas menjadi pasar bagi PIPA. Di mana ketika, menjual properti mereka dengan harga terjangkau, menciptakan peluang bagi investor dan pengembang besar untuk melakukan ekspansi. 

Direktur Utama Multi Makmur Lemindo Immanuel Kevin Mayola menuturkan, tingginya permintaan perumahan juga berdampak akan berdampak industri pendukung, salah satunya adalah industri PVC (Polyvinyl Chloride). 

Baca Juga: Multi Makmur (PIPA) Punya Mitra Strategis Baru, Ini Rencana Bisnisnya ke Depan

“Kebutuhan PVC di Indonesia cukup tinggi, terutama untuk bahan baku pipa dan plafon yang sering digunakan dalam pembangunan. Peningkatan proyek infrastruktur dan properti menjadi pendorong utama permintaan ini,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (4/9/2025). 

Seiring dengan potensi tersebut, Kevin optimistis bisa meraup meningkatkan kinerja hingga tutup tahun. Adapun per Juni 2025, PIPA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 11,38 miliar.

“Kami optimistis dengan pertumbuhan 10% atau naik hampir Rp 2 miliar untuk periode kuartal III-2025. Sampai dengan akhir tahun, penjualan ditargetkan mencapai Rp 38 miliar,” kata Kevin. 

Terbaru, PIPA juga melakukan diversifikasi produk serta perluasan pasar untuk menjaga pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan dengan bekerja sama dengan perusahaan asal China. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×