Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Master Print Tbk (PTMR) memproyeksikan kinerja penjualan tetap stabil pada 2026 di tengah langkah efisiensi operasional dan penyesuaian strategi usaha sesuai kebutuhan pasar.
Direktur Utama PT Master Print Tbk Ardi Kusuma mengatakan perusahaan terus berupaya menjaga keberlangsungan usaha di tengah dinamika ekonomi dan industri yang berkembang sepanjang 2025.
“Perseroan optimistis dapat menjaga keberlangsungan usaha melalui pengelolaan operasional yang efektif, penyesuaian strategi sesuai kebutuhan pasar, serta konsistensi dalam memberikan layanan kepada pelanggan,” ujar Ardi dalam siaran pers, Jumat (22/5/2026). \
Baca Juga: Penjualan Mega Perintis (ZONE) Naik Lebih 47% pada Kuartal I-2026, Ini Pendorongnya
Sepanjang 2025, PTMR mencatatkan pendapatan sebesar Rp 127,11 miliar atau turun tipis 1,33% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi pelemahan penjualan pada segmen consumables.
Di sisi lain, PTMR membukukan rugi usaha sebesar Rp27,81 miliar serta rugi bersih tahun berjalan sebelum dampak penyesuaian transaksi entitas sepengendali sebesar Rp 26,04 miliar. Menurut Ardi, tekanan terhadap kinerja operasional terutama berasal dari beban usaha dan faktor eksternal lainnya.
Untuk merespons kondisi tersebut, Manajemen melakukan berbagai langkah penyesuaian secara bertahap, mulai dari pengendalian biaya, peningkatan efisiensi operasional, hingga memperkuat fokus pada segmen usaha yang memiliki potensi pertumbuhan.
Pada 2026, PTMR menargetkan stabilitas operasional usaha melalui pengelolaan proses bisnis yang lebih efektif dan efisien.
Pihaknya akan memperkuat pengendalian operasional, mengoptimalkan sumber daya, serta meningkatkan koordinasi kerja agar aktivitas usaha berjalan lebih stabil dan berkelanjutan.
Baca Juga: Produk Kreatif Berbahan Baku Impor Ikut Tertekan Imbas Terpuruknya Nilai Tukar Rupiah
Selain itu, PTMR juga akan menyesuaikan strategi usaha dengan perkembangan kebutuhan pasar dan perilaku pelanggan.
“Langkah ini dilakukan agar perseroan tetap relevan, kompetitif, serta mampu merespons perubahan kondisi industri dan dinamika perdagangan secara lebih adaptif,” kata Ardi.
PTMR juga berencana mengubah arah bisnis perusahaan menjadi perusahaan induk atau holding company seiring dengan rencana akuisisi oleh Deep Source Ptd. Ltd. (DS).
DS nantinya akan menjadi pemegang saham pengendali (PSP) PTMR dari sebelumnya PT Mitra Pack Tbk. (PTMP). Nilai transaksi mencapai Rp141,45 miliar atau sebanyak 1,45 miliar saham yang mewakili 76,42% kepemilikan perseroan.
Berdasarkan prospektus, PTMR akan mengubah kegiatan usaha menjadi aktivitas perusahaan induk (KBLI 64210), aktivitas kantor pusat (KBLI 70100), dan aktivitas konsultasi manajemen dan bisnis lainnya (KBLI 70209).
Perubahan tersebut dilakukan bersamaan dengan rencana transaksi strategis yang meliputi akuisisi saham PT Sinar Laksana Nusantara (SLN), pengalihan bisnis bersih perseroan kepada PTMP, serta pengalihan seluruh kepemilikan saham PT Global Putra Kusuma (GPK) kepada PTMP.
"Seluruh rencana transaksi tersebut baru akan dilaksanakan setelah penyelesaian proses akuisisi perseroan oleh DS selaku calon pengendali baru. Rencana transaksi merupakan suatu rangkaian transaksi yang saling berkaitan dan akan dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan," jelas Ardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













