kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Berencana akuisisi Mandau Cipta Tenaga Nusantara, PLN bakal andalkan kas internal


Rabu, 23 Juni 2021 / 20:51 WIB
ILUSTRASI. Petugas PLN Jayapura menata peralatan setelah memperbaiki listrik di sepanjang ruas jalan pantai Hamadi,


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

Kalau berjalan sesuai rencana, kelak tahapan ini bakal dilanjutkan dengan penandatanganan share purchasing agreement. Kepastian akan transaksi akuisisi ini diperkirakan akan sudah bisa diketahui pada akhir Juni 2021 ini.

Pengamat Ekonomi Energi  Universitas Padjajaran Yayan Satyaki menduga, prospek pemulihan industri pasca krisis pandemi Covid-19 membuat PLN optimistis bisa mencatatkan pendapatan yang baik dan berani melangsungkan akuisisi.

Terlebih, return on investment (RoI) untuk investasi energi listrik, lanjut Yayan, biasanya memiliki prospek yang baik.

Baca Juga: PLN beli listrik dari pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Solo Rp 1.800 per kWh

“Kita lihat dengan pulihnya negara maju karena vaccine rollout yang cepat memungkinkan barang-barang impor (ke negara maju) dari negara Indonesia akan tinggi sehingga akan meningkatnya produktivitas industri manufaktur dan kebutuhan akan energi listrik ke depan, dan kita lihat pertumbuhan industri setiap pasca krisis itu bisa meningkat sangat signifikan,” terang Yayan.

Sedikit informasi, mengutip laporan keuangan tahunan PLN yang telah diaudit, PLN mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 274,9 triliun di tahun 2020, turun tipis 0,42% dibanding realisasi pendapatan usaha PLN di tahun 2019 yang mencapai Rp 276,06 triliun.

Meski begitu,  laba bersih PLN tercatat mengalami kenaikan dari semula  Rp 4,3 Triliun di tahun 2019 menjadi sebesar Rp 5,9 Triliun pada tahun 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×