kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Berkat Kenaikan Harga Batubara, Kekayaan Low Tuck Kwong Melesat Selama 2022


Senin, 26 Desember 2022 / 22:10 WIB
Berkat Kenaikan Harga Batubara, Kekayaan Low Tuck Kwong Melesat Selama 2022
ILUSTRASI. Low Tuck Kwong berhasil merangsek ke puncak daftar orang terkaya di Indonesia sekaligus menggeser posisi Hartono Bersaudara.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Baru-baru ini, Low Tuck Kwong berhasil merangsek ke puncak daftar orang terkaya di Indonesia sekaligus menggeser posisi Hartono Bersaudara.

Berdasarkan data Real Time Forbes Billionaires List, nilai kekayaan Low Tuck Kwong per Minggu (25/12) lalu mencapai US$ 25,2 miliar atau setara Rp 393,12 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.600 per dollar AS. Padahal, awal tahun ini kekayaan Low Tuck Kwong baru mencapai US$ 3,7 miliar atau setara Rp 57,72 triliun.

Nilai kekayaan Low Tuck Kwong mengungguli Budi Hartono dan Michael Hartono. Saat ini, kekayaan Budi Hartono tercatat sebesar US$ 22,1 miliar atau setara Rp 344,76 miliar, sedangkan Michael Hartono sebesar US$ 21,3 miliar atau setara Rp 332,28 triliun.

Baca Juga: Geser Hartono Bersaudara, Orang Terkaya Indonesia Dipegang Low Tuck Kwong

Senior Investment Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menilai, lonjakan kekayaan Low Tuck Kwong tak lepas dari kinerja cemerlang harga saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sepanjang tahun ini. Asal tahu saja, Low Tuck Kwong saat ini memiliki 2,03 juta saham atau setara 60,93% saham BYAN. Tak hanya itu, ia juga menjadi Direktur Utama BYAN.

Harga saham BYAN telah melesat 662,04% year to date (YtD) hingga penutupan perdagangan Senin (26/12) ke level Rp 20.575 per saham. Ini artinya, Low Tuck Kwong memiliki aset kekayaan sebesar Rp 41,79 triliun dari kepemilikan sahamnya di BYAN.

Kinerja saham BYAN tumbuh begitu pesat seiring dengan kenaikan harga batubara global. Permintaan batubara terus meningkat bersamaan dengan krisis energi yang mendera negara-negara di Eropa.

“Kenaikan harga saham BYAN melebihi berbagai emiten batubara lain yang juga memiliki kapitalisasi pasar yang besar di pasar modal,” terang Nafan, Senin (26/12).

Baca Juga: Profil Dato Dr Low Tuck Kwong, Pemecah Rekor Orang Terkaya Indonesia 2022

Ia menambahkan, tren bullish harga saham BYAN juga dipengaruhi oleh aksi korporasi berupa stock split yang dilakukan emiten tersebut beberapa waktu yang lalu. Hal ini mempengaruhi likuiditas saham BYAN, sekaligus membuat emiten tersebut semakin menarik untuk dimiliki banyak investor.

Lantas, Nafan menilai, apabila tren kenaikan harga batubara global berlanjut pada 2023 mendatang, bukan tidak mungkin pundi-pundi kekayaan Low Tuck Kwong kembali bertambah sejalan peningkatan harga saham BYAN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×