kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

BGN Kaji Ulang Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta /Hari,Hasil Dipaparkan ke DPR Pekan Depan


Jumat, 12 Juni 2026 / 15:18 WIB
BGN Kaji Ulang Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta /Hari,Hasil Dipaparkan ke DPR Pekan Depan
ILUSTRASI. Dapur Makan Bergizi Gratis (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan besaran insentif operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebesar Rp 6 juta per hari akan ikut dievaluasi dalam kajian efisiensi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan evaluasi yang tengah dilakukan mencakup berbagai komponen pembiayaan program MBG, termasuk insentif yang diberikan kepada SPPG sebagai dapur penyedia makanan bagi penerima manfaat.

"Iya benar ( insentif SPPG sebesar Rp 6 juta per hari akan ikut dievaluasi dalam skema efisiensi anggaran MBG)" ujar Nanik kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).

Meski demikian, Nanik menegaskan evaluasi terhadap insentif operasional tersebut tidak akan memengaruhi anggaran bahan baku makanan yang digunakan dalam program MBG.

Baca Juga: Kepala BGN: Setiap SPPG Terima Dana Rp1 Miliar/Bulan, 5.000 SPPG Jabar Terima Rp5 T

"Insentif tidak berkait dengan bahan baku," kata Nanik.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa evaluasi yang dilakukan BGN lebih diarahkan pada komponen biaya operasional program, sementara alokasi anggaran untuk kebutuhan pangan penerima manfaat tetap dipisahkan dari pos insentif SPPG.

Namun demikian, Nanik belum bersedia menjelaskan lebih rinci mengenai kemungkinan perubahan besaran insentif maupun skema efisiensi yang sedang disiapkan lembaganya.

"Nanti semua apa yang akan kami sampaikan dalam RDP Senin," ujarnya.

Sebelumnya, Nanik menemui Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6), untuk melaporkan rencana efisiensi anggaran Program MBG.

Baca Juga: PTPP Rampungkan Proyek Pembangunan 69 Titik SPPG di 15 Provinsi

Menurut Nanik, BGN telah menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran program tersebut. Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penataan ulang penerima manfaat agar bantuan lebih tepat sasaran.

"Lapor soal efisiensi anggaran. Ada beberapa cara yang kami siapkan agar program lebih efisien," kata Nanik usai pertemuan dengan Presiden.

Sejalan dengan itu, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman sebelumnya mengungkapkan pemerintah tengah mempertimbangkan penyesuaian penerima manfaat MBG dengan memprioritaskan kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan anggaran program yang nilainya terus meningkat dapat lebih efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi kelompok sasaran.

Adapun BGN saat ini tengah mengevaluasi berbagai aspek pelaksanaan MBG sebelum menyampaikan hasil kajian dan rekomendasi kebijakan secara resmi dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPR pekan depan.

Baca Juga: MBG Menopang Kenaikan Kebutuhan Susu, Ketergantungan Impor Meningkat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×