kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Biaya proyek Lapangan Merakes dipotong US$ 1,08 Miliar


Minggu, 03 Juni 2018 / 20:59 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Plan of Development (POD) Lapangan Merakes Blok East Sepinggan akhirnya disetujui oleh pemerintah. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan pemerintah menyetujui POD Lapangan Merakes pada April 2018 lalu.

Untuk mendapatkan persetujuan pemerintah, Arcandra menyebut, perusahaan migas asal Italia Eni SpA dan kontraktor pemegang hak partisipasi di Blok East Sepinggan harus terlebih dahulu memotong biaya proyek Lapangan Merakes. Total biaya yang dipotong oleh pemerintah di Proyek Merakes mencapai US$ 1,08 miliar.

"Sudah tahu berapa yang saya cut? saya cut US$ 1,08 miliar," kata Arcandra pada Kamis (31/5).

Menurut Arcandra biaya proyek Merakes bisa dipangkas dengan mengurangi biaya operasi dan belanja modal. Selain itu, dengan menggunakan teknologi dan barang yang tepat, biaya proyek tersebut bisa lebih hemat.

Namun sayangnya Arcandra tidak menyebut total biaya proyek Merakes saat ini. Dari catatan KONTAN, anggaran awal pegembangan Lapangan Merakes yang diajukan Eni sekitar US$ 1,23 miliar.

Dengan pemotongan biaya tersebut, Arcandra meminta Eni tidak menurunkan memproduksi gas Lapangan Merakes nantinya. Pemerintah menargetkan produksi Lapangan Merakes yang dimulai pada 2019 bisa mencapai 150 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

"Kalau cut cost, tidak boleh produksi turun," kata Arcandra.

Asal tahu saja, Blok East Sepinggan saat ini dioperatori oleh Eni yang memegang hak partisipasi sebesar 85%. Sisanya sebesar 15% dimiliki oleh Pertamina Hulu Energi (PHE). 

Eni selaku operator proyek tersebut sejatinya juga telah berusaha memotong biaya untuk pengembangan Lapangan Merakes. Salah satunya caranya dengan menggunakan fasilitas pengolahan bersama dengan Lapangan Jangkrik di fasilitas Floating Processing Unit (FPU) Jangkrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×