kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.823   -5,00   -0,03%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Bisnis bahan peledak terancam larangan ekspor ore


Jumat, 14 Maret 2014 / 12:53 WIB
Bisnis bahan peledak terancam larangan ekspor ore
ILUSTRASI. Ada beberapa keistimewaan dari seorang jomblo atau single yang bisa untuk disyukuri dan dinikmati.


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kewajiban hilirisasi tambang dan pelarangan ekspor mineral mentah (ore) yang diamanatkan dalam Undang-undang No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (minerba) mengancam bisnis bahan peledak (handak).

Direktur Utama BUMN handak, PT Dahana (Persero), Hary Sampoerno mengatakan, pelarangan ekspor ore membuat sejumlah perusahaan tambang berhenti beroperasi. Padahal sektor pertambangan adalah pasar utama Dahana.

"Pasar utama Dahana itu sektor pertambangan, tapi sekarang pertumbuhannya menurun, apalagi ada kewajiban membuat smelter," kata Hary, Jumat (14/3/2014).

Sepanjang tahun lalu pendapatan Dahana sebesar Rp 1 triliun, dengan laba bersih diprediksi mencapai Rp 60 miliar. Adapun portofolio bisnis Dahana yakni 60 persen di bisnis drilling dan blasting pertambangan, dan 40 persen lain-lain.

Pencapaian kinerja tahun lalu terbilang cukup signifikan dibanding 1998 di mana pada saat itu industri strategis mengalami kolaps. Hary memaparkan, sales tahun lalu mencapai 4 kali dibanding 1998, laba 10 kali lipat, dan aset tumbuh 8 kali lipat.

Hingga tahun lalu, aset Dahana mencapai Rp 1,2 triliun. Sementara itu, dengan prediksi menurunnya pertumbuhan sektor pertambangan, ia menjelaskan Dahana mulai akan merambah sektor lain.

"Kita fleksibel pindah di minyak dan gas. Kita juga mulai bangun konstruksi," katanya.

Beberapa proyek yang sudah dikerjakan Dahana selain pertambangan adalah PLTU Banten, Pacitan, Lamongan, serta Pontianak. Dahana bergerak mempersiapkan lahan PLTU. Selain itu Dahana juga menggarap terowongan untuk Jatigedhe, dan proyek listrik PT Lestari Banten Energi. "Kerjaan itu yang membuat kita lebih survive," kata Hary. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×