kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.975   62,00   0,35%
  • IDX 5.689   45,52   0,81%
  • KOMPAS100 735   7,43   1,02%
  • LQ45 558   5,16   0,93%
  • ISSI 198   1,26   0,64%
  • IDX30 316   2,18   0,69%
  • IDXHIDIV20 390   0,29   0,07%
  • IDX80 84   0,79   0,95%
  • IDXV30 106   -0,25   -0,24%
  • IDXQ30 102   0,33   0,32%

Bisnis Djarum membesar selepas krisis ekonomi


Selasa, 27 September 2016 / 11:37 WIB
Bisnis Djarum membesar selepas krisis ekonomi


Reporter: , | Editor: Rizki Caturini

Pepatah sang pendiri Grup Djarum, Oei Wie Gwan mendapat tempat khusus di kantor pusat PT Djarum yang berada di KS Tubun, Jakarta Barat: Selalu ada jalan keluar... jangan pernah putus asa. Bisa jadi kalimat Oei Wie Gwan inilah yang menjadi bejal dari kedua anaknya: Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, untuk bisa mengembalikan keterpurukan usaha rokok yang sudah dirintis sang ayah.

Pelan namun pasti, kedua kakak beradik ini mulai mengembangkan bisnis rokok, khususnya rokok kretek. Pasar rokok yang besar di Indonesia membuat bisnis Djarum bisa tumbuh dan menjadikannya salah satu pebisnis rokok terbesar di Tanah Air. KONTAN mencatat, tahun lalu, Djarum menggenggam 20% pangsa pasar rokok nasional.

Hasil dari melinting dan meracik produk rokok ini membuat Djarum bisa lebih leluasa mengembangkan bisnis di luar ranah rokok. Di bisnis elektronik, Djarum mencoba  peruntungan di bisnis tersebut dengan mengibarkan merek dagang Polytron. Sempat turun naik, produk Polytron, terutama televisi warna hemat energi dan produk audio sempat menguasai pasar nasional di era 1980-an, bahkan sampai sekarang.

Keinginan Djarum untuk lebih ekspansif di luar rokok semakin menjadi. Meski saat krisis ekonomi 1998 hampir seluruh perusahaan kakap terpuruk, pebisnis rokok termasuk Djarum, masih bisa mengepulkan asap.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×