kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Bisnis makanan menopang industri plastik


Senin, 02 Maret 2015 / 11:37 WIB
ILUSTRASI. DJKA Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Surat Persetujuan Uji Coba Operasi Terbatas Kereta Cepat Jakarta-bandung (KCJB). ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.


Reporter: Francisca Bertha Vistika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kebutuhan kemasan plastik untuk industri makanan tetap menjadi penopang penjualan industri plastik tahun ini. Ekspansi bisnis industri makanan dan minuman turut menjadi berkah bagi industri plastik tahun ini.

Budi Susanto Sadiman, Wakil Ketua Asosiasi Industri Aromatik, Olefin, dan Plastik (Inaplas) bilang, penjualan bahan baku plastik tahun ini diprediksi mencapai 4,4 juta ton. Sebesar 60%-65% permintaan plastik datang dari industri makanan dan minuman.

Jika industri makanan dan minuman tumbuh, maka permintaan plastik juga akan tumbuh. Selain sektor industri ini, pasar plastik juga ditopang sektor bisnis konstruksi. Adapun, permintaan plastik untuk industri konstruksi sebagian besar digunakan untuk pembuatan pipa.

Selain dua sektor ini, ada potensi pasar plastik naik dari sektor otomotif. "Bahan baku plastik otomotif cukup besar, namun Indonesia masih tergantung terhadap impor," kata kata Budi akhir pekan lalu.

Dalam hitungan Budi, jika produksi mobil 1,3 juta unit, maka kebutuhan plastik otomotif diproyeksikan mencapai 104.000 ton. Saat ini Baru PT Chandra Asri Tbk yang mencoba di bisnis plastik untuk industri otomotif ini. Itupun belum berjalan satu tahun, sehingga belum terlihat perkembangannya.

Budi menambahkan, saat ini yang menjadi andalan industri plastik adalah dari kemasan industri makanan dan minuman yang masih bisa tumbuh positif. Jika sektor industri makanan dan minuman tumbuh mekar, maka permintaan plastik juga tetap bisa tumbuh besar.

Pendapat ini disampaikan pula Henky Wibowo, selaku Ketua Umum Federasi Kemasan Indonesia. Henky bilang, industri makanan dan minuman merupakan segmen pasar terbesar bagi industri kemasan. "Jika industri makanan dan minuman tumbuh, maka permintaan kemasan ikut naik," jelas Henky.

Walaupun ada peluang tumbuh tahun ini, namun permintaan plastik sampai Februari masih terlihat rendah. Pasalnya, sejak harga minyak mentah turun, harga dari bahan baku plastik juga ikut turun. "Pelaku industri menunggu harga bahan baku plastik terendah," kata Budi.

Selain faktor harga jual, minimnya penjualan bahan baku plastik bulan Januari dan Februari terjadi karena sepinya proyek pemerintah. Budi berharap, penjualan plastik naik pada kuartal II-2015. "Sebab ada sejumlah proyek pemerintah yang mulai berjalan," jelas Budi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×