Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis pemakaman di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan lahan pemakaman, terutama di wilayah perkotaan. Keterbatasan lahan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) mendorong masyarakat beralih ke pemakaman swasta yang menawarkan pengelolaan lebih baik dan fasilitas yang lebih lengkap.
Saat ini, layanan pemakaman tidak hanya menyediakan lahan makam, tetapi juga mencakup perencanaan pemakaman, pengurusan administrasi, perawatan makam, hingga pendampingan keluarga. Selain itu, konsep memorial park dengan lingkungan yang tertata dan nyaman semakin diminati.
Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar salah satu yang menghadirkan layanan pengelolaan pemakaman lewat Al Azhar Memorial Garden (AMG) sejak tahun 2011. Kawasan pemakaman modern tersebut memiliki luas 25 hektare (ha) dengan kapasitas 20.000 lubang . Hingga 2026, kapasitas yang tersedia sudah 90% terjual.
Baca Juga: Jababeka (KIJA) Alihkan Saham Anak Usaha Lewat Transaksi Internal
AGM didirkan untuk menyediakan layanan pemakaman Islam yang sesuai dengan tuntunan syariat. Bagi umat Islam, proses pemakaman bukan sekadar seremoni penguburan jasad. Ia adalah rangkaian ibadah terakhir yang harus dijalankan sesuai tuntunan syariat — mulai dari cara memandikan, mengkafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah.
Head of Business Development & Marketing AMG, Reza Hidayatullah mengatakan, AMG berkomitmenmengelola pemakaman secara profesional dengan tetap berlandaskan syariat Islam. Komitmen ini tercermin mulai dari penataan lahan yang menghadap kiblat, proses pemakaman sesuai kaidah fikih, hingga pendampingan spiritual bagi keluarga yang berduka.
"Kepatuhan terhadap syariat bukan pilihan, melainkan fondasi. Setiap detail layanan kami dirancang agar keluarga yakin proses pemakaman telah sesuai dengan tuntunan agama," ujar Reza Hidayatullah dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Menurut Reza, komitmen tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai YPI Al Azhar sebagai institusi yang menaungi AMG. Sebagai lembaga yang dikenal menjaga nilai-nilai keislaman, YPI Al Azhar turut menjadi landasan dalam pengelolaan pemakaman AMG.
Baca Juga: Paramount Petals Perkuat Ekosistem Kota Mandiri Lewat Akses Tol Langsung
Selain mengedepankan kepatuhan syariat, AMG menyediakan layanan selama 24 jam sehingga keluarga dapat memperoleh pendampingan kapan pun dibutuhkan. Perpaduan antara layanan yang sesuai syariat dan pelayanan profesional membuat AMG dikenal sebagai pelopor pemakaman Muslim modern di Indonesia.
Memasuki usia ke-15, AMG terus mempertahankan konsistensinya dalam menghadirkan layanan pemakaman yang profesional dan islami. Konsistensi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kepercayaan keluarga Muslim di berbagai daerah untuk memilih AMG sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi orang-orang tercinta.
AMG membanderol harga kavling mulai sekitar Rp168 juta. Dalam lima tahun terakhir, harga kavling makam di AMG telah meningkat sekitar 36%, seiring tingginya permintaan dari masyarakat.
Reza menilai tantangan utama bisnis pengelolaan pemakaman swasta adalah menjaga dan terus meningkatkan standar pelayanan serta kualitas perawatan kawasan agar tetap optimal.
“Namun, ke depan, AMG masih berencana memperluas kapasitas melalui penambahan maupun akuisisi lahan baru untuk mengakomodasi pertumbuhan permintaan,” pungkas Reza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













