kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.002   -47,00   -0,28%
  • IDX 7.161   112,96   1,60%
  • KOMPAS100 990   17,95   1,85%
  • LQ45 725   9,65   1,35%
  • ISSI 256   5,00   1,99%
  • IDX30 392   3,49   0,90%
  • IDXHIDIV20 487   -0,88   -0,18%
  • IDX80 111   1,79   1,63%
  • IDXV30 135   -0,79   -0,59%
  • IDXQ30 128   1,09   0,86%

Bisnis produk olahan hasil laut mengandalkan pasar ekspor


Senin, 19 Februari 2018 / 10:24 WIB
ILUSTRASI. Pabrik pengolahan makanan di PT Kelola Mina Laut Food


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar ekspor masih menjadi tujuan utama produsen makanan beku atau frozen food asal Indonesia. Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia, produk makanan olahan laut beku asal Indonesia masih kalah bersaing.

Mohammad Nadjikh, Presiden Direktur PT Kelola Mina Laut (KML) Food menyebut, terbatasnya jaringan pemasaran, serta suplai produk yang tidak dapat berkelanjutan menjadi hambatan utama para produsen. "Kondisi branding dan marketing masih lemah, belum memiliki manajemen bahan baku yang sifatnya musiman," katanya, Minggu (18/2).

Dengan total kapasitas produksi mencapai 103.000 ton per tahun, pasar ekspor mencuil porsi hingga 85%. Tercatat beberapa produksi makanan olah produksi KML Food ialah crabstick, fishcake, salmon, tuna, rajungan dan takoyaki.

Pabrikan lain, PT Prima Cakrawala Abadi Tbk, juga mengandalkan ekspor sebagai basis pemasarannya. "Produk kami banyak diekspor ke Amerika Serikat," kata Raditya Wardhana, Direktur Utama Prima Cakrawala Abadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×