kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45946,74   -6,06   -0.64%
  • EMAS1.014.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bisnis Ritel Membaik, APPBI: Tingkat Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Bisa Sampai 80%


Kamis, 14 Juli 2022 / 21:29 WIB
Bisnis Ritel Membaik, APPBI: Tingkat Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Bisa Sampai 80%
ILUSTRASI. Kunjungan ke Mal Terus Meningkat:APPBI memperkirakan tren peningkatan kunjungan akan terus membaik pada tahun 2022. KONTAN/Baihaki/


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan tren peningkatan kunjungan akan terus membaik pada tahun 2022. Dia memperkirakan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan ritel bisa mencapai 80%. 

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengungkapkan tingkat okupansi pusat perbelanjaan pada tahun 2022 diperkirakan akan meningkat 10% sehingga menjadi kurang lebih 80% dari yang sebelumnya hanya sekitar 70% di tahun 2021. 

Meski masih ada kasus penyebaran Covid-19, namun saat ini relatif sudah terkendali. Hal ini turut mendorong tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan. 

“Sehingga ada kebijakan dengan diperbolehkannya kegiatan mudik sangat berdampak terhadap peningkatan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan,” ujar Alphon saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (14/7). 

Baca Juga: Ekspansi Bisnis, SMRA Siap Membuka Dua Pusat Belanja di Bandung dan Karawang

Dia mengatakan, Ramadan dan Idul Fitri tahun ini menjadi momentum penting yang menentukan bagi pemulihan kondisi usaha di tengah ketidakpastian global.

“Memang saat ini sedang terjadi kembali peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 namun diperkirakan dampaknya tidak akan sebesar pada saat varian Delta dan Omicron karena saat ini tingkat vaksinasi sudah jauh lebih tinggi dan juga capaian vaksinasi booster yang masih terus didorong,” harapnya. 

Di tengah membaiknya bisnis ritel, APPBI masih melihat sejumlah tantangan yang dihadapi. Di antaranya dampak dari ketidakpastian global, salah satunya adalah kenaikan biaya energi seperti BBM, listrik, gas dan lainnya.

“Kenaikan biaya energi mengakibatkan kenaikan harga dan produk dikarenakan meningkatnya biaya produksi,” ujarnya. 

Sementara ketidakpastian global juga berdampak terhadap daya beli masyarakat yang mana sebenarnya sampai dengan saat ini masih belum pulih akibat pandemi Covid-19.

“Diharapkan pemerintah dapat terus melanjutkan program bantuan sosial kepada masyarakat untuk menopang daya beli masyarakat agar tidak semakin terpuruk,” tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung Outlook 2023, Saham Hoki di Tahun Kelinci

[X]
×