kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Bisnis sawit Bakrie dibayangi efek El Nino


Rabu, 30 Maret 2016 / 16:35 WIB
Bisnis sawit Bakrie dibayangi efek El Nino


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Prospek PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) pada tahun ini masih dibayangi dampak badai El Nino yang terjadi pada 2015. Pasalnya, El Nino yang terjadi pada tahun lalu lebih parah ketimbang tahun 2014.

Asal tahu saja, pada 2015, laba kotor UNSP turun 17,5% menjadi Rp 514,5 miliar. Sementara, penjualan merosot 22,3% jadi Rp 2,02 triliun. Penyusutan pendapatan dan laba UNSP itu tak terlepas dari dampak El Nino tahun 2014. Padahal, badai yang terjadi pada 2014 tergolong sedang. Selain juag dipengaruhi penurunan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada tahun lalu.

Itu sebabnya, pada tahun ini, bisnis sawit disinyalir tidak akan mudah. Pasalnya, dampak El Nino 2015 yang lebih parah dari 2014, akan terasa. Efek badai menyebabkan buah kelapa sawit menyusut akibat kekurangan air.

Untuk itu, Direktur Investor Relations UNSP Andi W. Setianto bilang, perusahaan akan berupaya mengatasi kondisi ini dengan berbagai cara. "Kami akan berupaya mengendalikan keadaan air di sekitar perkebunan," ujarnya, Rabu (30/3). Selain itu, UNSP akan terus meningkatkan perawatan tanaman, sehingga dapat tumbuh dan menghasilkan produk maksimal.

Namun, Andi enggan membeberkan proyeksi produksi dan pendapatan UNSP pada 2016. Ia hanya bilang, pendapatan perseroan tidak hanya ditentukan dari volume produksi CPO, tapi juga dipengaruhi kenaikan harga CPO di pasar global.

Ia melihat, sudah ada tren kenaikan harga CPO pada akhir Maret ini. "Kami berharap dengan adanya peningkatan permintaan CPO dalam negeri untuk pengembangan biodiesel sebesar 3,2 juta ton tahun ini, dapat mengurangi ekspor sawit di pasar global dan mendorong kenaikan harga CPO," tutur Andi.

Asal tahu saja, pada 2015, penjualan UNSP disumbang dari penjualan sawit senilai Rp 1,5 triliun dan komoditas karet Rp 500 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×