Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Blue Bird Tbk (BIRD) optimistis kinerja perusahaan hingga akhir 2026 tetap terjaga seiring penambahan armada Toyota Innova Zenix yang dioperasikan melalui layanan Bluebird Prime.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Adrianto Djokosoetono mengatakan, pengoperasian Toyota Innova Zenix merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pilihan layanan bagi pelanggan yang menginginkan kenyamanan lebih saat bepergian.
Menurutnya, Bluebird Prime kini tidak hanya mengandalkan kendaraan listrik BYD E6, tetapi juga menghadirkan Innova Zenix dengan kabin yang lebih lega, ruang kaki lebih luas, serta kapasitas bagasi lebih besar. Seluruh armada tetap didukung pengemudi profesional dan standar pelayanan Bluebird.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Dongkrak Penjualan TV, Tren Belanja Perlengkapan Nobar Ikut Naik
"Dari sisi prospek hingga akhir 2026, kami melihat Bluebird Prime dapat memperkuat relevansi layanan Bluebird di tengah kebutuhan mobilitas pelanggan yang semakin beragam," ujarnya kepada Kontan, Minggu (19/7/2026).
Adrianto menjelaskan, fokus perusahaan bukan semata menambah jumlah armada, melainkan menghadirkan pilihan layanan yang sesuai dengan berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari perjalanan bisnis, menuju bandara, hingga aktivitas keluarga.
Di sisi permintaan, Blue Bird juga masih optimistis layanan taksi akan tetap bertumbuh pada semester II-2026, terutama memasuki kuartal III dan IV yang biasanya diwarnai peningkatan mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun. Meski demikian, perusahaan tetap mencermati perkembangan ekonomi dan kondisi global yang berpotensi memengaruhi daya beli serta pola konsumsi pelanggan.
Menurut Adrianto, kebutuhan mobilitas darat masih akan tetap relevan, baik untuk aktivitas sehari-hari, perjalanan bisnis, akses menuju transportasi publik, maupun perjalanan keluarga. Oleh karena itu, perusahaan terus menjaga kesiapan armada sekaligus memperkuat portofolio layanan melalui Bluebird Prime agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai situasi.
Terkait tingkat okupansi armada, Blue Bird menyebut utilisasi kendaraan masih berada dalam kondisi yang sehat. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terdapat penyesuaian yang dinilai masih dalam batas wajar seiring perubahan pola mobilitas pelanggan.
Baca Juga: Pemerintah Bidik 30 Pabrik Bioetanol, Ekonom Ingatkan Risiko Investasi Tak Optimal
Meski demikian, Adrianto menegaskan kebutuhan terhadap layanan Bluebird tetap terjaga. Perusahaan berfokus memastikan armada tersedia di lokasi dan waktu yang tepat agar produktivitas armada tetap optimal tanpa mengurangi kualitas layanan. Kinerja operasional secara lebih rinci akan dipublikasikan melalui laporan resmi perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
