Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Perkebunan Nusantara I (Persero) atau PTPN I mendukung program mandatori bioetanol melalui anak usahanya PT Energi Agro Nusantara (Enero) yang mengolah tetes tebu menjadi bioetanol sebagai energi terbarukan.
Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras mengatakan bahwa perusahaan memiliki kapasitas produksi 100 kiloliter per hari atau sekitar 30 juta liter per tahun, dengan bahan baku tetes tebu yang seluruhnya berasal dari dalam negeri.
Selain menghasilkan fuel grade ethanol untuk campuran bahan bakar, perusahaan juga memproduksi extra neutral alcohol, food grade liquid CO?, serta pupuk hayati.
"Sehingga, hal ini menciptakan nilai tambah melalui konsep industri hijau tanpa limbah," ujarnya dalam keterangannya, diterima pada Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: PTPN I Genjot Hilirisasi Tebu Jadi Bioetanol, Kapasitas Produksi 100 Kiloliter/Hari
Saat ini, Rivai melanjutkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga sebagai pemasok bioetanol untuk Pertamax Green 95.
"Volume kontrak terus meningkat setiap tahun, dan pada tahun 2026 mencapai lebih dari 3 juta liter," imbuhnya.
PTPN I pun memastikan siap mendukung program mandatori bioetanol nasional dengan mengalokasikan kapasitas produksi secara penuh apabila terdapat kepastian penugasan dan permintaan.
Rivai melihat, hilirisasi tetes tebu menjadi bioetanol bukan sekadar menghasilkan energi bersih. Program ini dinilai akan meningkatkan nilai tambah komoditas tebu, memperkuat ketahanan energi, dan mengurangi impor bahan bakar fosil.
Baca Juga: Danantara Tunjuk PTPN I Membangun Pabrik Kelapa dan Pala Rp 640 Miliar
Selain itu, program ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung target penurunan emisi karbon.
"Dengan dukungan kebijakan pemerintah secara konsisten, kami optimistis industri bioetanol nasional dapat tumbuh menjadi kekuatan baru yang mendukung terwujudnya swasembada energi dan hilirisasi industri berbasis sumber daya dalam negeri," tandasnya.
Baca Juga: Harga Molasses Jadi Hambatan Penerapan E10 bagi Petani Tebu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
