kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Bos Merpati dituding melakukan pembohongan publik


Kamis, 07 Maret 2013 / 15:57 WIB
ILUSTRASI. Rutin Minum Teh Melati Bisa Sembuhkan Masalah Kardiovaskular


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Sardjono Jhony menuding Rudy Setyopurnomo yang menjabat Direktur Utama Merpati saat ini, telah melakukan pembohongan publik.

Salah satu pembohongan publik yang dilakukan Rudy menurut Jhony adalah, pernyataan tentang Merpati yang untung Rp 500 juta per hari di bawah kepemimpinannya. "Rudy melakukan pembohongan publik," kata Jhony di Gedung Basarnas, Kamis (7/3).

Jhony meragukan, Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo mampu membawa Merpati menuju kinerja yang positif. Namun, Jhony tidak bisa menjelaskan sampai kapan Merpati bisa bertahan mengudara. "Rudy mengelola Merpati dengan cara yang salah," ketusnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Mantan Direktur Keuangan  PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Muhammad Roem. Ia  bilang, pernyataan Rudy tentang keuntungan Merpati sebesar Rp 500 juta per hari juga tidaklah benar. Nyatanya, Merpati masih merugi Rp 500 juta per hari.

Roem bilang, sewaktu menjabat Direktur Keuangan selalu berpedoman kepada accounting untuk melihat perbandingan pendapatan dan biaya operasi. Dalam laporan keuangan tersebut tercatat bahwa Merpati masih merugi sehingga tidak bisa menutupi biaya operasi.

"Pedoman saya accounting, saya lihat perbandingan dari revenue dan cost, terus dia (Direktur Utama Merpati Rudy Setyopurnomi) umumkan untung Rp 500 juta per hari. Saya tulis memo ke dia, memang load factor naik, tapi masih rugi Rp 500 juta sampai Rp 1,5 miliar. Tidak bisa menutupi cost," ungkap Roem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×