Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bosch Indonesia memandang keberhasilan bisnis sangat ditentukan oleh sinergi antara inovasi teknologi dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi perubahan. Oleh karena itu, perusahaan menempatkan keduanya sebagai pilar yang saling menguatkan, bukan berjalan secara terpisah.
Adri Rhea, Head of Human Resources Bosch Indonesia, mengatakan bahwa perubahan dunia kerja menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan tenaga kerja yang semakin dinamis.
“Di tengah kondisi itu, keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan inovasi teknologi, tetapi juga oleh kemampuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang memungkinkan setiap individu berkembang dan memberikan kontribusi terbaiknya,” ujar Adri dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Dia menyebut, Bosch Indonesia menerapkan berbagai inisiatif untuk mendukung keterlibatan karyawan, mulai dari pengaturan kerja yang fleksibel hingga berbagai program pengembangan individu. Perusahaan juga mendorong partisipasi karyawan dalam kegiatan sukarela melalui berbagai program sosial yang memungkinkan mereka berkontribusi langsung kepada masyarakat.
Baca Juga: Bosch Optimalkan Teknologi untuk Membersihkan Endapan Lumpur Sisa Material Bencana
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu employee engagement, pengalaman Bosch Indonesia menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja, budaya kolaboratif, dan kesempatan untuk berkontribusi di luar pekerjaan dapat menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang adaptif sekaligus mempertahankan keterlibatan karyawan dalam jangka panjang.
Atas upayanya dalam membangun keterikatan dan pengalaman kerja karyawan Bosch Indonesia berhasil penghargaan Best Companies to Work for in Asia 2026 dari HR Asia.
Penilaian menunjukkan Bosch Indonesia melampaui rata-rata pasar di berbagai aspek utama, seperti fleksibilitas kerja (4,33 vs 3,58), komunikasi terbuka (4,10 vs 3,86), pekerjaan yang bermakna/meaningful work (4,28), serta kolaborasi tim (4,13 vs 3,89). Hasil ini mencerminkan lingkungan kerja yang mendukung keterlibatan, kepercayaan, dan kontribusi karyawan secara aktif.
Sementara itu, dari sisi inovasi bisnis, Bosch melalui divisi Mobility Aftermarket resmi meluncurkan Bosch Car Service (BCS) di Indonesia dengan membuka flagship workshop pertama di Sunter, Jakarta Utara, pada Februari lalu bekerja sama dengan PT XMotors International Group.
Baca Juga: Kemenperin Bidik Porsi Ekspor Manufaktur Naik Jadi 30%
Peluncuran tersebut menandai langkah awal ekspansi jaringan bengkel Bosch di Indonesia, yang ditargetkan mencapai 20 outlet pada 2025 dan hingga 120 outlet dalam lima tahun
Bosch juga telah menandatangani MOU dengan XMotors sebagai master license partner untuk mengembangkan jaringan BCS. Layanan yang ditawarkan mencakup perawatan dan perbaikan menyeluruh (mekanik, elektronik, diagnosis transmisi, dan sistem keselamatan), untuk kendaraan konvensional maupun listrik dengan standar internasional dan suku cadang asli Bosch.
Model bisnis BCS terdiri dari Flagship Workshop (layanan lengkap) dan Fast Fit Workshop (servis cepat). Bosch juga memperkuat fokus kendaraan listrik, termasuk layanan baterai EV, serta ditunjuk oleh CATL sebagai pusat perbaikan baterai tegangan tinggi di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













