Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beban kasus kanker di Indonesia masih menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan nasional. Tingginya angka kasus baru dan kematian akibat kanker mendorong kebutuhan deteksi dini yang lebih akurat, sekaligus pendekatan terapi yang semakin personal bagi setiap pasien.
Berdasarkan data Globocan 2022 dari International Agency for Research on Cancer (IARC)/WHO tercatat, sekitar 408.661 kasus kanker baru dan 242.988 kematian akibat kanker di Indonesia. Kanker payudara, paru-paru, kolorektal, serviks, dan hati menjadi jenis kanker yang paling banyak ditemukan.
Di sisi lain, masih banyak pasien yang baru terdiagnosis pada stadium lanjut. Mencerminkan tantangan dalam deteksi dini dan akses layanan kanker yang komprehensif.
Di tengah kebutuhan tersebut, Siemens Healthineers memperkenalkan, teknologi Spect/CT Symbia Pro Specta. Sebagai sistem pencitraan hibrid generasi terbaru. Teknologi ini memungkinkan mendeteksi penyakit lebih dini, memahami karakteristik tumor secara lebih detail, serta menyesuaikan keputusan terapi berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
Teknologi tersebut juga dinilai berperan penting dalam pengembangan precision medicine, khususnya pada bidang theranostics. Diagnosis dan terapi terintegrasi secara erat. Sistem ini mendukung peningkatan akurasi karakterisasi penyakit, memperkuat keyakinan dalam pengambilan keputusan klinis, serta membantu terapi menjadi lebih terarah dan efektif.
Baca Juga: Kementerian ESDM dan DEN Minta PLN Tingkatkan Keandalan Sistem Listrik Sumatra
Presiden Direktur Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer mengatakan, peluncuran Symbia Pro Specta langkah penting dalam pengembangan precision medicine di Indonesia. “Setiap pasien memiliki karakteristik unik, sehingga perjalanan perawatan mereka perlu mencerminkan kebutuhan mereka secara individuai,” ujarnya, Sabtu (23/5).
Sementara Direktur Eksekutif MRCCC Siloam Semanggi Group, dr. Edy Gunawan mengatakan, kehadiran Symbia Pro.Specta memperkuat kapabilitas rumah sakit dalam bidang kedokteran nuklir dan precision imaging.
“Kehadiran Symbia Pro.Specta memperkuat kapabilitas kami di bidang kedokteran nuklir dan pencitraan yang presisi. Sehingga memungkinkan diagnosis yang lebih akurat serta perencanaan terapi yang lebih personal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













