kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

BPJT sebut 6 ruas jalan tol baru akan dilelang tahun ini


Jumat, 24 Januari 2020 / 22:52 WIB
BPJT sebut 6 ruas jalan tol baru akan dilelang tahun ini
ILUSTRASI. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit, saat meninjau progres pembangunan Tol Cisumdawu, Kamis (5/9).

Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, tahun ini akan ada 6 ruas jalan tol yang dilelang.

Danang mengatakan, 2 ruas jalan tol dalam proses tender yaitu Solo - Jogjakarta - NYIA Kulon Progo sepanjang 93,14 Km dengan nilai investasi Rp 28,85 triliun dan Yogyakarta-Bawen sepanjang 76,36 Km dengan nilai investasi Rp 17,38 triliun.

Kemudian terdapat 4 ruas jalan tol yang dalam persiapan tender. Yaitu ruas Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sepanjang 206,65 Km dengan nilai investasi Rp 57,59 triliun, Kamal-Teluk Naga-Rajeg sepanjang 38,6 Km dengan nilai investasi Rp 23,16 triliun, Semanan-Balaraja sepanjang 31,9 Km dengan nilai investasi Rp 16 triliun, dan akses Patimbang sepanjang 37,7 Km dengan nilai investasi Rp 6,35 triliun.

"Masih tetap rencana penuntasan tahapan lelang untuk 6 ruas (jalan tol). Mungkin akan tambah (kalau studi bisa dituntaskan) Lingkar mamminasata," kata Danang kepada Kontan, Kamis (23/1).

Baca Juga: Masih penyempurnaan fisik, Tol Japek Elevated baru dikenai tarif di awal Febuari

Selain itu ada juga Jembatan Balikpapan - Penajam Paser Utara sepanjang 7,9 Km dengan nilai investasi Rp 15,53 triliun yang dalam proses tender.

Sebelumnya, Wakil Menteri PUPR John Wempy Wetipo mengatakan, pembangunan jalan difokuskan untuk mendukung kawasan tertinggal, kawasan industri, perkotaan dan destinasi wisata terutama destinasi wisata prioritas. Juga termasuk pembangunan ibu kota negara di Kalimantan Timur.

Wempy mengaku, terdapat beberapa tantangan dalam mewujudkan visi pembangunan jalan, di antaranya, terkait masalah teknik konstruksi, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), pembiayaan dan teknologi.

"Untuk memenangkan kompetisi global, kebijakan di sektor konstruksi nasional harus diarahkan lebih cepat, lebih murah dan lebih baik," ujar dia.

Sebagai informasi, Pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 2.500 Km dalam kurun waktu 2019-2024. Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan 60 km jembatan baru atau fly over.




TERBARU

Close [X]
×