kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BPS: Impor beras dan jagung masih tinggi di 2016


Kamis, 29 Desember 2016 / 21:06 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Yudho Winarto

Impor jagung tahun ini dapat ditekan, karena Kementerian Pertanian (Kemtan) memutuskan tidak mengeluarkan lagi rekomendasi impor jagung dan meminta industri pakan membeli jagung produksi dalam negeri saja. Bila dibandingkan tahun 2015, realisasi impor jagung mencapai 3,27 juta ton.

Kepala Biro Humas Kemtan Agung Hendriadi menambahkan pihaknya berhasil menekan izin impor beras tahun 2016 menjadi 0%, kendati ia tidak membantah beras impor yang masuk selama 2016 mencapai 1,2 juta ton.

Namun menurutnya itu izinnya sudah dikeluarkan tahun 2015 lalu. Sementara itu, impor jagung yang masuk tahun 2016 hanya 130.677 ton atau jauh berbeda dengan data yang dimiliki BPS. "Impor jagung turun 60% tahun ini," klaim Agung.

Ia mengatakan pihaknya berhasil meredam impor jagung dan beras karena berbagai upaya. Salah satunya adalah melalui program upaya khusus. Apabila tidak ada Program Upaya Khusus (UPSUS), maka dengan esktrapolasi semestinya di tahun 2015 hingga 2016 Indonesia impor beras 16,8 juta ton. Akan tetapi, berkat adanya program UPSUS, tahun 2016 tidak ada impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×