kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

BPS: Impor beras dan jagung masih tinggi di 2016


Kamis, 29 Desember 2016 / 21:06 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Yudho Winarto

Impor jagung tahun ini dapat ditekan, karena Kementerian Pertanian (Kemtan) memutuskan tidak mengeluarkan lagi rekomendasi impor jagung dan meminta industri pakan membeli jagung produksi dalam negeri saja. Bila dibandingkan tahun 2015, realisasi impor jagung mencapai 3,27 juta ton.

Kepala Biro Humas Kemtan Agung Hendriadi menambahkan pihaknya berhasil menekan izin impor beras tahun 2016 menjadi 0%, kendati ia tidak membantah beras impor yang masuk selama 2016 mencapai 1,2 juta ton.

Namun menurutnya itu izinnya sudah dikeluarkan tahun 2015 lalu. Sementara itu, impor jagung yang masuk tahun 2016 hanya 130.677 ton atau jauh berbeda dengan data yang dimiliki BPS. "Impor jagung turun 60% tahun ini," klaim Agung.

Ia mengatakan pihaknya berhasil meredam impor jagung dan beras karena berbagai upaya. Salah satunya adalah melalui program upaya khusus. Apabila tidak ada Program Upaya Khusus (UPSUS), maka dengan esktrapolasi semestinya di tahun 2015 hingga 2016 Indonesia impor beras 16,8 juta ton. Akan tetapi, berkat adanya program UPSUS, tahun 2016 tidak ada impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×