kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Bukalapak (BUKA) Raup Pendapatan Rp 5,6 Triliun, Rugi Bersih Tembus Rp 881 Miliar


Minggu, 25 Oktober 2026 / 09:00 WIB
Bukalapak (BUKA) Raup Pendapatan Rp 5,6 Triliun, Rugi Bersih Tembus Rp 881 Miliar
ILUSTRASI. BUKALAPAK (BUKA) Mengumumkan Hasil Keuangan Tidak Diaudit untuk Kuartal Ketiga 2024 dan Strategi unt (Dok/Bukalapak)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) hingga sembilan bulan pertama 2026 membukukan adjusted EBITDA positif Rp 11 miliar, berbalik dari posisi negatif Rp 53 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perbaikan tersebut terjadi seiring pertumbuhan pendapatan dan laba kotor, terutama dari segmen Gaming yang terus memperluas pasar internasional serta Mitra Bukalapak yang mulai menikmati peningkatan profitabilitas melalui fokus pada produk bermargin lebih tinggi.

Dalam laporan kinerja yang dirilis Jumat (23/10/2026), perusahaan teknologi ini mencatat pendapatan Rp 5,6 triliun sepanjang Januari-September 2026, meningkat 19% dibandingkan Rp 4,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Jadi Saham Cepek, Grup EMTEK Perkuat Pemilikan Saham Di Bukalapak

Sementara itu, pendapatan pada kuartal III-2026 tercatat Rp 1,6 triliun, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski pertumbuhan pendapatan kuartalan belum terlihat, laba kotor meningkat menjadi Rp 158 miliar dari Rp 123 miliar pada kuartal III-2025.

Secara kumulatif, laba kotor Bukalapak mencapai Rp 459 miliar, naik dari Rp 376 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Kenaikan laba kotor tersebut melampaui pertumbuhan beban penjualan dan pemasaran, yang meningkat menjadi Rp 201 miliar dari Rp 149 miliar.

Pada kuartal III-2026, beban penjualan dan pemasaran tercatat Rp 71 miliar, dibandingkan Rp 49 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini terutama berkaitan dengan aktivitas pemasaran segmen Gaming untuk mendukung ekspansi ke pasar baru.

Meski begitu, perusahaan ini membukukan rugi bersih Rp 881,06 miliar dalam sembilan bulan di 2026 dari sebelumnya untung Rp 2,91 triliun. 

Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana mengatakan perusahaan berusaha menjaga pendapatan tetap stabil dan membukukan adjusted EBITDA positif di tengah tantangan ekonomi global. Menurut dia, transformasi bisnis, peningkatan operasional, dan disiplin biaya menjadi landasan bagi pencapaian tersebut sekaligus mendukung langkah menuju profitabilitas berkelanjutan.

Segmen Gaming menjadi kontributor terbesar terhadap laba kotor Bukalapak pada kuartal III-2026, disusul Mitra Bukalapak, Retail, dan Investment.

Segmen yang mengoperasikan marketplace gaming seperti Itemku dan Lapakgaming ini membukukan pendapatan Rp 1,4 triliun pada kuartal III-2026, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba kotornya meningkat menjadi Rp 65 miliar dari Rp 49 miliar.

Baca Juga: Putra Rajawali (PURA) Restrukturisasi Utang Bank Mandiri, Bunga Ditangguhkan 3 Bulan

Secara kumulatif, kinerja Gaming tumbuh lebih kencang. Pendapatan sembilan bulan pertama 2026 naik 27% secara tahunan menjadi Rp 4,9 triliun dari Rp 3,9 triliun. Laba kotor juga meningkat menjadi Rp 193 miliar dari Rp 144 miliar.

Dari sisi profitabilitas operasional, adjusted EBITDA Gaming pada kuartal III-2026 mencapai Rp 11 miliar, menguat 111% secara tahunan. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, adjusted EBITDA segmen ini naik 50% menjadi Rp 48 miliar.

Pertumbuhan tersebut didukung ekspansi internasional dan pengembangan lini bisnis serta produk yang lebih menguntungkan. Bukalapak juga terus memperluas jangkauan Gaming dengan memasuki pasar baru.

Berbeda dengan Gaming, segmen Mitra Bukalapak masih menghadapi penurunan pendapatan. Pada kuartal III-2026, pendapatan segmen ini turun 6% secara tahunan menjadi Rp 160 miliar. Secara kumulatif, pendapatan merosot 21% menjadi Rp 487 miliar dari Rp 617 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Penurunan tersebut sejalan dengan peralihan model bisnis dari first-party (1P) ke third-party (3P). Meski begitu, fokus pada produk dengan margin lebih tinggi membantu memperbaiki profitabilitas.

Laba kotor Mitra Bukalapak pada kuartal III-2026 meningkat menjadi Rp 42 miliar dari Rp 36 miliar. Untuk periode sembilan bulan, laba kotor naik menjadi Rp 117 miliar dari Rp 109 miliar.

Perbaikan ini turut mendorong adjusted EBITDA segmen Mitra berbalik positif menjadi Rp 5 miliar pada kuartal III-2026. Secara kumulatif, adjusted EBITDA mencapai positif Rp 11 miliar sepanjang Januari-September 2026.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa penurunan pendapatan tidak serta-merta menghambat perbaikan profitabilitas, seiring perubahan model bisnis dan pergeseran fokus ke produk dengan margin lebih baik.

Baca Juga: Penjualan Properti Primer Masih Terkontraksi, Pengembang Atur Strategi

Segmen Investment melalui BMoney juga mencatatkan pertumbuhan yang kuat. Pada kuartal III-2026, pendapatan segmen ini meningkat 34% secara tahunan menjadi Rp 24 miliar, dengan laba kotor sebesar Rp 24 miliar.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, pendapatan Investment melonjak 54% menjadi Rp 69 miliar, dengan laba kotor setara Rp 69 miliar. Pertumbuhan ini didorong peningkatan aktivitas transaksi investor dengan kekayaan tinggi.

Dari sisi operasional, adjusted EBITDA Investment tercatat negatif Rp 1 miliar pada kuartal III-2026. Namun, secara kumulatif kerugiannya menyusut menjadi Rp 2 miliar dari negatif Rp 6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, segmen Retail mencatat pendapatan Rp 70 miliar pada kuartal III-2026, naik 6% dibandingkan Rp 66 miliar pada kuartal III-2025. Laba kotor meningkat menjadi Rp 29 miliar dari Rp 25 miliar, sedangkan adjusted EBITDAmembaik menjadi negatif Rp 1 miliar dari negatif Rp 6 miliar.

Meski demikian, secara kumulatif pendapatan Retail turun 8% menjadi Rp 209 miliar dari Rp 228 miliar. Laba kotor menyusut menjadi Rp 85 miliar dari Rp 94 miliar, sementara adjusted EBITDA tercatat negatif Rp 8 miliar, memburuk dari negatif Rp 4 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Di tengah perbaikan kinerja operasional, Bukalapak memiliki kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp 16,8 triliun per akhir September 2026. Posisi likuiditas tersebut memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk melanjutkan pengembangan bisnis di berbagai segmen.

Ke depan, Bukalapak mengaku akan memperdalam penetrasi pasar melalui inovasi produk dan peningkatan pengalaman pengguna, sembari mempertahankan disiplin biaya serta investasi yang terukur.

Baca Juga: Penjualan Properti Primer Masih Terkontraksi, Pengembang Atur Strategi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×