Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembang properti mulai mengandalkan konsep kawasan terpadu untuk menawarkan nilai tambah hunian di kawasan penyangga Jakarta. Ini mengingat tantangan di pasar properti residensial yang belum sepenuhnya pulih.
Bank Indonesia (BI) mencatat, penjualan properti residensial di pasar primer masih terkontraksi 2,36% secara tahunan pada kuartal II 2026.
Meski membaik dibandingkan kontraksi 25,67% pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan harga properti juga masih terbatas sebesar 0,69% secara tahunan.
Di tengah kondisi tersebut, Danandra Realty mengembangkan Tanari Forest, kawasan hunian terpadu seluas 30 hektare di Serpong yang diperkenalkan pada 2025.
Baca Juga: Pasar Properti Semakin Selektif, Linktown Perkuat Strategi Digital
Pengembang ini mengusung konsep yang menggabungkan hunian, ruang terbuka hijau, fasilitas rekreasi, dan area komersial.
General Manager Marketing Danandra Realty Eka Wisnu Wardhana mengatakan, perusahaan mengembangkan konsep agropolis lifestyle sejak 2009.
Pendekatan tersebut kemudian diperluas pada 2019 dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pengembangan kawasan.
"Kami sejak lama concern pada pengembangan kawasan di luar pusat kota dan mengangkat value-nya sebagai hunian yang menawarkan keseimbangan hidup. Perubahan cara pandang terhadap hunian menjadi penting untuk menjawab tantangan perkotaan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (24/10/2026).
Salah satu fasilitas yang ditawarkan di Tanari Forest adalah Aquaforest, area berbasis alam di tepi sungai yang mencakup sekitar 10% dari total kawasan.
Menurut Wisnu, area tersebut dirancang untuk menghadirkan fasilitas rekreasi dan aktivitas luar ruangan bagi penghuni.
Selain itu, pengembang merencanakan kawasan komersial, termasuk ritel supermarket.
Lokasi Tanari Forest disebut dekat dengan Universitas Pamulang, Institut Teknologi Indonesia, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional juga menjadi bagian dari pertimbangan pengembangan kawasan.
Baca Juga: Linktown Perluas Ekspansi Properti ke Semarang
Menurut Wisnu, integrasi berbagai kebutuhan merupakan bagian penting dalam perencanaan lingkungan tempat tinggal. Ia menilai ruang berbasis alam dan fasilitas penunjang dapat ditempatkan dalam satu kesatuan kawasan.
"Kami membawa gagasan bahwa ruang berbasis alam, fasilitas, dan kebutuhan sehari-hari dapat menjadi bagian dari satu ekosistem kawasan," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














