kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.292   -78,85   -1,24%
  • KOMPAS100 830   -13,46   -1,60%
  • LQ45 630   -4,79   -0,75%
  • ISSI 225   -3,14   -1,38%
  • IDX30 360   -1,57   -0,44%
  • IDXHIDIV20 448   1,01   0,23%
  • IDX80 96   -1,20   -1,23%
  • IDXV30 124   -0,86   -0,69%
  • IDXQ30 117   0,42   0,36%

PLN Raih Pendapatan Rp 582,68 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp 7,26 Triliun pada 2025


Rabu, 20 Mei 2026 / 14:42 WIB
PLN Raih Pendapatan Rp 582,68 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp 7,26 Triliun pada 2025
ILUSTRASI. PLN raih pendapatan Rp 582,68 triliun dengan laba bersih Rp 7,26 triliun di 2025.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN (Persero) mengumumkan kinerja keuangan dan operasional pada tahun 2025. Perusahaan listrik plat merah ini mencatatkan pendapatan senilai Rp 582,68 triliun sepanjang tahun lalu.

Pendapatan PLN tumbuh 6,84% dibandingkan tahun 2024 yang kala itu tercatat sebesar Rp 545,38 triliun.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa di tengah dinamika ekonomi yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah, kinerja keuangan PLN tetap solid dengan total laba bersih senilai Rp 7,26 triliun.

“Di tengah tekanan kondisi global, PLN tetap mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 7,26 triliun. Capaian tersebut diraih meskipun Perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp 12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global,” kata Darmawan melalui rilis yang disiarkan pada Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Ekspor Komoditas Harus Lewat BUMN Mulai Juni 2026, APBI: Belum Dapat Penjelasan Detil

Sepanjang tahun 2025, penjualan tenaga listrik PLN tercatat mencapai 317,69 Terawatt hour (TWh), meningkat 3,75% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 306,21 TWh.

Sementara dari sisi pertumbuhan daya tersambung pelanggan tercatat mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), tumbuh 5,82% dibandingkan tahun 2024 sebesar 182.026 MVA.

Selain itu, penyambungan pelanggan mengalami pertumbuhan signifikan. Jumlah pelanggan PLN bertambah 3,3 juta menjadi 96,2 juta pelanggan pada 2025. Sehingga, pendapatan penyambungan pelanggan pada tahun 2025 mencapai Rp 2,24 triliun, meningkat 28,4% dibandingkan tahun 2024.

Peningkatan penyambungan pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap energi listrik. Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM yang menjangkau masyarakat sampai pelosok.

“Ketersediaan akses listrik sampai pelosok menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan,” tambah Darmawan.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Tekan Harga Kedelai Impor, Importir Komitmen Tahan Harga

Darmawan menegaskan, PLN berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas akses listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Capaian ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” tandas Darmawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×