kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Bulog belum serap gula karena kontrak dibatalkan


Selasa, 03 Oktober 2017 / 19:20 WIB
Bulog belum serap gula karena kontrak dibatalkan


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) belum menyerap gula petani. Hal itu disebabkan adanya pembatalan kontrak.

"Sudah ada kontrak tapi belum ada realisasi karena dibatalkan," ujar Tri Wahyudi Saleh, Direktur Pengadaan Perum Bulog kepada KONTAN, Rabu (3/10).

Sebelumnya Bulog mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk melakukan penyerapan gula petani. Gula petani sebelumnya dianggap tidak laku sehingga menumpuk di gudang.

Bulog juga sudah menyatakan kesiapan untuk menyerap gula petani. "Bulog sejak keputusan Rakortas (Rapat Koordinasi Terbatas) sudah siap membeli," terang Tri.

Pembelian gula petani oleh Bulog juga mendapatkan pertentangan oleh Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). APTRI melaporkan Bulog ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) karena dianggap melakukan monopoli.

APTRI juga tidak menyepakati harga beli gula dari Bulog. Berdasarkan surat penugasan, Bulog membeli gula petani dengan harga Rp 9.700 per kilogram (kg). Sementara APTRI menganggap harga beli Bulog masih di bawah biaya pokok produksi yang sebesar Rp 10.600 per kg. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×