kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.526   26,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bulog Hindari Impor Beras


Kamis, 13 Mei 2010 / 21:13 WIB


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Untuk menjaga keamanan stok beras nasional, sebisa mungkin Bulog akan menghindari impor.

"Sebab impor beras bisa menjadi preseden buruk. Petani menjadi tidak bergairah untuk berproduksi," kata Sutarto Alimoeso, Direktur Utama Bulog, Rabu (12/5).

Hingga akhir tahun ini, Bulog akan menyediakan cadangan beras nasional sebanyak 1 juta ton. Jumlah ini, kata Sutarto, cukup untuk menjaga kestabilan harga.

Agar tidak perlu mengimpor beras, Indonesia harus meningkatkan produksi padi. Mengingat terus susutnya lahan sawah, maka peningkatan produktivitas tanaman padi menjadi sangat perlu.

Bulog menargetkan bisa menyerap beras dari petani sebanyak 3,2 juta ton hingga akhir tahun ini. Sutarto mengatakan, besar kecilnya jumlah gabah yang diserap Bulog setiap tahun tergantung besarnya produksi petani. "Biasanya Bulog hanya mampu menyerap sekitar 7%-8% dari total produksi petani," kata Sutarto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×