kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bulog target serap beras komersial 1 juta ton


Rabu, 20 Desember 2017 / 16:17 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog akan meningkatkan serapan beras komersial tahun depan. Tri Wahyudi Saleh, Direktur Komersial Bulog mengatakan, target serapan beras komersial sebesar 700.000 ton hingga 1 juta ton.

Sementara, pengadaan beras komersial tahun ini sekitar 105.404 ton. Selama ini, serapan beras Bulog paling banyak ditujukan untuk program beras sejahtera (rastra) yakni sekitar 2,5 juta ton dalam setahun. Namun, tahun berikutnya, beras rastra ini digantikan dengan penyaluran bantuan sosial (bansos) sekitar 900.000 ton. Ini pula yang menjadi alasan Bulog meningkatkan serapan beras komersial.

Tri mengatakan, pada 2018, serapan gabah/beras Bulog akan berkurang dibandingkan tahun ini. Namun dia mengatakan, jumlahnya tidak akan jauh berbeda, di mana tahun ini target serapan beras Bulog sebesar 3,7 juta ton.

"Saya rasa Bulog akan tetap mengendalikan beras. Meskipun rastra menjadi bansos, Bulog tetap menyerap gabah untuk keperluan pasar," papar Tri, Rabu (20/12).

Tahun ini, serapan beras Bulog belum mencapai target yang ditetapkan. Hingga Rabu (20/12), serapan gabah/beras Bulog baru mencapai 2,16 juta ton. Tri mengakui, hal ini karena adanya tren peningkatan harga gabah. Sementara, harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan melalui Inpres No. 5 tahun 2015, HPP untuk gabah kering panen sebesar Rp 3.700 per kg.

Bulog memang sudah mendapatkan relaksasi untuk meningkatkan HPP sebesar 10%. Namun, upaya ini tidak terlalu berhasil membantu Bulog menyerap gabah/beras sesuai target. "Kami sudah menaikkan 10% untuk fleksibilitas. Tetapi kita naik, pasar juga naik," ujar Tri.

Tri mengatakan, banyak tantangan yang masih akan dihadapi Bulog ke depannya. Mulai dari berkurangnya jumlah penyaluran beras Bulog dan harga gabah yang masih tinggi. Namun, dia berharap, produksi gabah di tahun mendatang khususnya Januari dan Februari meningkat pesat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×