kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Cara China dukung industri mobil ramah lingkungan


Rabu, 06 Juni 2012 / 14:27 WIB
ILUSTRASI. Atalanta vs Milan: Tekuk La Dea 0-2, Rossoneri pastikan tiket Liga Champions


Reporter: Asnil Bambani Amri, Xinhua | Editor: Asnil Amri

BEIJING. Pemerintah China kembali mengumumkan pemotongan pajak untuk mobil ramah lingkungan. Aturan baru ini menetapkan 64 kriteria baru atas kendaraan yang hemat energi yang bisa mendapatkan pemotongan pajak.

China memutuskan, mengurangi separuh pajak kendaraan yang masuk kategori ramah lingkungan ini untuk mendukung kendaraan hijau di negaranya. Keputusan ini disampaikan Departemen Keuangan, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi, dan Administrasi Pajak Negara, Selasa lalu (5/6).

Sedikitnya, 10 produsen mobil domestik seperti Wuhu berbasis Chery dan Yangzhou berbasis fitur Yaxing masuk dalam daftar kebijakan baru yang berlaku mulai 1 Juni 2012. Kementerian Keuangan China bilang, bagi konsumen yang sudah membeli kendaraan ramah lingkungan itu, maka pemerintah akan memberikan pengembalian pajak.

Sebelumnya, China sudah menetapkan kebijakan ini pada Maret lalu. Dalam aturan ini ada 200 jenis mobil hybrid, mobil listrik murni dan mobil yang memakai bahan bakar energi matahari. Selain memangkas pajak, pemerintah China juga mempromosikan penjualan mobil ramah lingkungan itu.

Tercatat selama kuartal I 2012, penjualan mobil ramah lingkungan itu terjual sebanyak 10.202 kendaraan. Jumlah ini terbilang sedikit ketimbang jumlah penjualan mobil kuartal I China yang mencapai 4.790.000 kendaraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×