kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Cegah virus corona hambat investasi dan ekonomi Indonesia


Selasa, 04 Februari 2020 / 22:12 WIB
Cegah virus corona hambat investasi dan ekonomi Indonesia
ILUSTRASI. Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar menghadiri pembukaan sarasehan di Jakarta, Jumat (29/4/2016). Sarasehan yang dihadiri perwakilan dari lintas kementerian dan lembaga terkait ini mengulas tentang penyelesaian

Reporter: Dadan M. Ramdan | Editor: Dadan Ramdan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemberitaan terkait virus baru corona seperti tidak terkendali, antara berita bohong (hoaks), konspiratif dan pendekatan ilmiah. Hoaks Corona merebak, karena warga masyarakat yang cenderung menyukai berita gosip-sensasional. Sedangkan informasi corona bersubstansi ilmiah pasti menyajikan secara lebih obyektif, tak apriori dan mencoba memberi solusi.

"Karena itu, saya mengingatkan, kita mesti merespon dan menyikapi menyangkut sejumlah perkembangan aspek kasus virus corona baru secara rasional, tetap waspada dan tidak menambah kepanikan berlebihan," kata anggota DPR RI Marwan Jafar, dalam keterangan resminya, Selasa (4/2).

Menurut Marwan, pemerintah juga perlu menjaga dan waspada jangan sampai efek virus corona mengganggu kinerja investasi dan menghambat roda perekonomian nasional. Sebab bagi Indonesia dan sejumlah negara, China merupakan mitra dagang besar serta strategis. Pasalnya, beberapa negara mulai khawatir, pengaruh wabah corona yang juga sudah ditetapkan WHO sebagai epidemi darurat, bakal berdampak pada kinerja bidang ekonomi domestik mereka.

Hingga Minggu (2/2), otoritas kesehatan China melaporkan korban jiwa akibat wabah ini terus bertambah. Persisnya, total sudah 361 orang telah meninggal di China akibat corona virus jenis baru ini. Juga disebutkan, sebanyak 17.205 kasus terkonfirmasi corona telah dilaporkan di 31 wilayah setingkat provinsi di China.

Berita baiknya, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) menyatakan hingga Minggu malam waktu setempat, total 475 pasien virus mematikan itu telah sembuh dan dibolehkan pulang dari rumah sakit. Muncul sejak Desember 2019, virus yang memicu gangguan pernapasan ini telah menyebar luas di penjuru China. Virus ini juga diketahui telah menyebar hingga ke sedikitnya 24 negara. Selain China, sejumlah negara sudah melaporkan kasus corona yakni: Jepang, Filipina, Korsel, Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Sri Langka, Nepal, Uni Emirat Arab, Australia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, Finlandia dan Prancis. Di Filipina, satu orang meninggal dunia akibat virus ini sehingga total korban jiwa di seluruh dunia mencapai 362 orang.

"Kita bersyukur belum muncul laporan resmi menyebut ada korban virus Corona di Indonesia. Smoga jangan ada. Kita juga mengapresiasi keputusan pemerintah mengevakuasi 245 WNI dari China dan memulangkan ke tanah air serta tetap mengkarantina mereka dua pekan di Natuna meski dinyatakan sehat," tukas politikus PKB ini.

Sebelum memulangkan para WNI tersebut, pihak Kementerian Kesehatan telah menempuh langkah khusus mengantisipasi merebaknya wabah virus corona, yaitu menyiapkan 100 rumah sakit rujukan, kapsul evakuasi, mengaktifkan thermal scanner, dan membagikan kartu peringatan kesehatan atau health alert card di pintu masuk bandar udara dan pelabuhan ke Indonesia.

 

 




TERBARU

Close [X]
×