kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Cerita Wamen BUMN soal pendapatan Telkom yang dinilai stagnan


Selasa, 11 Februari 2020 / 20:40 WIB
ILUSTRASI. Logo PT Telekomunikasi Indonesia atau Telkom. Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menyebut perkembangan zaman mendorong terjadinya disrupsi model bisnis. REUTERS/Beawiharta/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS FOR ALL IMAGES?


Sumber: Kompas.com | Editor: Tendi Mahadi

"Saya bayar ke perusahaan-perusahaan yang berdiri di atas infrastruktur mereka (Telkom), itu mungkin Rp 2 juta-Rp 3 juta per bulan. Saya pelanggan Spotify yang sangat baik, saya pakai Google Drive, saya punya iCloud, kadang kadang kalau stres main Candy Crush," tuturnya. 

Dengan demikian, BGS meminta kepada seluruh perusahaan pelat merah untuk bertansformasi sehingga tidak merugi ketika menghadapi perkembangan zaman. 

Baca Juga: Erick Thohir rombak lagi direksi BUMN, ini yang diharapkan dari direksi baru Bahana

"Kita sebagai BUMN harus terus amati, kalau terjadi titik perubahan peradaban manusia mulai teramati, sebagai businessman kita harus antisipasi," ucapnya. (Rully R. Ramli)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Wamen BUMN Soal Layanan Telkom"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×