kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Chandra Asri ajukan tax holiday 8-10 tahun


Jumat, 30 Oktober 2015 / 08:18 WIB


Reporter: David Oliver Purba | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk mengajukan tax holiday atau keringan pajak untuk cucu perusahaannya. Dia adalah PT Synthetic Rubber Indonesia (SRI) yang juga merupakan hasil joint venture dengan produsen ban asal Prancis, Compagnie Financiere Du Groupe Michelin (Michelin).

Dalam kunjungan Chandra Asri ke Kementrian Perindustrian, pihaknya bertemu langsung dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin untuk membahas tax holiday yang diajukan.

Vice President Corporate Relation Chandra Asri, Suhat Miyarso, mengungkapkan pihaknya mengajukan keringanan pajak untuk pabrik karet sintetis yakni tax holiday berjangka waktu 8-10 tahun.

“Biasanya untuk petrokimia hanya diberikan lima tahun saja, tapi kami berharap pengajuan tax holiday ini bisa diterima dalam rentang waktu tersebut,” ujar Suhat, Kamis (29/10).

Informasi saja. diawal tahun 2016, cucu perusahaaan Chandra Asri, Synthetic Rubber Indonesia akan mulai melakukan groundbreaking untuk pabrik yang memproduksi 80.000 ton styrene butadiene rubber per tahun dan 40.000 ton poly butadiene rubber per tahun yang berlokasi di Cilegon. Adapun nilai investasinya sebesar US$ 450 juta.

Produksi pabrik ini akan memenuhi kebutuhan industri ban dalam negeri sebesar 50% dan 50% produksi akan dipasarkan secara ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×