Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten properti, PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) masih mengandalkan cadangan lahan yang dimiliki saat ini sebagai basis pengembangan jangka panjang perusahaan.
Direktur Metropolitan Land Olivia Surodjo menyatakan, saat ini landbank gross yang dimiliki MTLA mencapai lebih dari 200 Ha dengan masa pengembangan lebih dari 20 tahun untuk menjaga keberlangsungan perusahaan.
“Prioritas utama saat ini masih pada pengembangan proyek eksisting dan optimalisasi aset yang telah dimiliki,” ungkap Olivia, kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu.
Meski memiliki cadangan lahan yang masih memadai, MTLA tetap membuka peluang untuk melakukan penambahan landbank baru. Namun demikian, langkah tersebut akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan pengembangan perusahaan ke depan.
Baca Juga: Strategi Metropolitan Land (MTLA) Dorong Marketing Sales di Sisa 2026
Dalam mencari peluang akuisisi baru, perusahaan akan mempertimbangkan lokasi yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, aksesibilitas yang baik, dukungan infrastruktur serta sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Kawasan penyangga Jakarta dan wilayah yang didukung pengembangan infrastruktur nasional tetap menjadi area yang menarik untuk dikaji," sebutnya.
Di tengah kondisi pasar properti yang masih menghadapi tantangan dari sisi suku bunga dan daya beli, MTLA menilai keberadaan landbank tetap penting bagi keberlangsungan bisnis perusahaan.
Meski demikian, strategi pengembangannya dilakukan secara hati-hati agar tetap sejalan dengan kondisi keuangan perusahaan.
Fokus utama perusahaan saat ini adalah mengoptimalkan lahan yang sudah dimiliki agar memberikan hasil maksimal, sambil tetap membuka peluang untuk akuisisi lahan baru yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan jangka panjang perusahaan.
Adapun dari sisi pengembangan produk, MTLA masih menjadikan segmen residensial sebagai fokus utama pemanfaatan landbank yang dimiliki.
Di sisi lain, MTLA juga terus mengembangkan produk-produk komersial seperti mal, hotel, termasuk ruko dan area pendukung lainnya, untuk memperkuat recurring income serta menjaga keseimbangan portofolio bisnis perusahaan.
Adapun, hingga Mei 2026, marketing sales MTLA yang berasal dari pre sales dan recurring revenue telah mencapai Rp 823 miliar atau sekitar 41% dari target tahunan sebesar sekitar Rp 2 triliun.
“Kami melihat pencapaian tersebut masih berada pada jalur yang sesuai dengan perencanaan," tutup Olivia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














