kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.010   47,00   0,26%
  • IDX 5.792   97,15   1,71%
  • KOMPAS100 753   17,82   2,42%
  • LQ45 571   13,99   2,51%
  • ISSI 200   1,84   0,93%
  • IDX30 323   7,76   2,46%
  • IDXHIDIV20 397   8,51   2,19%
  • IDX80 85   2,00   2,40%
  • IDXV30 108   1,60   1,51%
  • IDXQ30 104   2,03   1,99%

INA Pacu Hilirisasi Katoda LFP dan Pusat Data AI Terbesar Asia Tenggara


Kamis, 02 Juli 2026 / 10:34 WIB
INA Pacu Hilirisasi Katoda LFP dan Pusat Data AI Terbesar Asia Tenggara
ILUSTRASI. Kontan - Indonesia Investment Authority (INA) Kilas Online (Dok. Nur Cholis/Indonesia Investment Authority (INA))


Reporter: Nur Cholis | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Indonesia Investment Authority (INA) memperkokoh posisinya sebagai pintu bagi investor global guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045. Melalui penyelenggaraan Media Briefing Laporan Tahunan INA 2025 yang bertajuk “Masa Depan Dibangun atas Kepercayaan” di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, pada Rabu (1/7/2026), lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund (SWF) Indonesia ini memaparkan rapor hijau performa bisnis dan peta jalan investasi strategisnya. 

Berdasarkan rilis resmi, selama lima tahun berdiri, INA sukses mencatatkan lonjakan total aset kelolaan atau Assets Under Management (AUM) menjadi sebesar Rp146,2 triliun sekitar US$9,1 miliar. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan eksponensial mencapai 1,9 kali lipat dibandingkan dengan posisi modal pada awal pendirian institusi ini.

INA bersama para mitra investor juga telah menyalurkan investasi sebesar sekitar Rp74,5 triliun atau sekitar USD4,7 miliar. Penyaluran investasi INA sendiri mencapai Rp33,3 triliun atau sekitar USD2,1 miliar. INA berkontribusi dalam menarik penanaman modal asing (PMA) ke Indonesia, dengan realisasi kumulatif PMA mencapai Rp41,2 triliun atau sekitar USD2,6 miliar.

Ketua Dewan Direktur sekaligus CEO INA Oki Ramadhana menjelaskan, pertumbuhan ini menandakan investor percaya dengan transparansi dan tata kelola yang selama ini menjadi nilai utama yang diterapkan oleh INA. Melalui strategi kepemilikan modal bersama investor (skin in the game), INA hadir membangun kepercayaan internasional demi mempercepat penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi mutakhir, memperkuat kapabilitas industri domestik, mendorong nilai ekspor, serta mengamankan ketahanan infrastruktur kritis. 

Kontan - Indonesia Investment Authority (INA) Kilas Online

“Global capital kita perlukan sekali untuk meningkatkan pertumbuhan Indonesia. Jadi, tugas kami membangun kepercayaan sebagai global  investor,” kata Oki.

Tercatat hingga pertengahan tahun 2026 ini, komitmen investasi jangka panjang yang berhasil dihimpun INA dari 40 mitra strategis global lintas 15 negara telah menyentuh angka USD25 miliar. Adapun realisasi akumulatif dari penyaluran investasi patungan bersama para mitra global tersebut telah menembus Rp 74,5 triliun, yang mencakup porsi investasi mandiri INA senilai Rp 33,3 triliun serta suntikan PMA sebesar Rp 41,2 triliun.
Kepercayaan pemodal internasional yang tinggi didukung oleh penerapan prinsip tata kelola (governance) tingkat tinggi secara konsisten. Sepanjang tahun lalu, INA kokoh mempertahankan peringkat investment grade Triple B (BBB) dari Fitch Ratings untuk skala internasional, serta rating AAA(idn) untuk skala nasional yang setara dengan peringkat sovereign Republik Indonesia. 
Berdasarkan penilaian independen lembaga Global SWF, INA menorehkan skor Governance, Sustainability, and Resilience (GSR) sebesar 72%, menempatkannya sejajar dengan institusi pengelola dana raksasa dunia seperti GIC Singapura dan melampaui rata-rata skor SWF global yang berada di posisi 53%.

Guna mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi berkelanjutan ke depan, Oki menjelaskan INA akan menerapkan strategi jangka panjang periode 2026-2030 pada perluasan portofolio di lima sektor prioritas yang diproyeksikan memberikan imbal hasil komersial prima sekaligus dampak sosial dan ekonomi yang masif. 

Kontan - Indonesia Investment Authority (INA) Kilas Online

INA sendiri tercatat memiliki proporsi portofolio tinggi di sektor transportasi dan logistik yang menyerap porsi alokasi kumulatif terbesar senilai 44,0%, disusul sektor digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebesar 29,5%. Kemudian dilanjut dengan energi hijau 9,8%, kesehatan 9,2%, advanced materials 5,5%, dan sektor potensial lainnya 1,9%. Di sektor digital, INA mendukung pengembangan kampus pusat data hyperscale berkapasitas 72 MW di Nongsa Digital Park, Batam, bernilai investasi US$600 juta untuk memperkuat kedaulatan data regional. 

Selain itu, portofolio hijau INA juga mengalir ke sektor energi terbarukan lewat pengelolaan salah satu ladang panas bumi terbesar di tanah air. Sementara di sektor kesehatan dan material maju (advanced materials), INA mendanai pembangunan fasilitas fraksionasi plasma darah terbesar di Asia Tenggara, serta platform hilirisasi produksi katoda Lithium Iron Phosphate (LFP) dunia di luar Tiongkok yang ditargetkan mencapai kapasitas hingga 120.000 ton pada tahun 2027 mendatang.

Chief Investment Officer INA, Laksono W. Widodo, mengungkapkan tantangan utama INA bukan lagi menarik komitmen investasi, melainkan menjaga kepercayaan investor agar menambah nilai investasi ke Indonesia di tengah dinamika perubahan regulasi dan transformasi ekonomi. 
Ke depannya, INA akan terus menjaga transparansi dengan menyampaikan seluruh potensi risiko investasi sejak awal kepada investor. Menurut Laksono, kepercayaan ini menjadi kunci menjaga investor. Setelah investasi berjalan, INA turut membantu investor menavigasi berbagai tantangan melalui koordinasi dengan para pemangku kepentingan. 

"Semua risiko, tantangan struktural maupun operasional kami sampaikan secara independen dan profesional. Tidak ada yang kami tutup-tutupi. Ketika ada perubahan, kami membantu investor menavigasi tantangan tersebut. Selama secara komersial masih masuk akal, investasi itu akan tetap berjalan," ujar Laksono.

Oki menegaskan, INA berkomitmen untuk bertindak proaktif sebagai mitra lokal dan global guna memberikan nilai tambah kepada investor dan industri demi mengoptimalkan value creation. Tak hanya itu, INA pun sudah diberi dua mandat untuk berkontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan Indonesia serta membangun kekayaan untuk generasi mendatang. Oleh karenanya, INA berkomitmen menjalankan strategi penempatan modal investasi yang disiplin dan terukur, sehingga memberikan nilai ekonomi dan imbal hasil jangka panjang yang optimal.

“We are the catalyst of the global investors and the game. We can access the ecosystem secara publik dan swasta. Karena kita sovereign wealth funds, we know how to access every single stakeholders in our ecosystem, in our business,” jelas Oki

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×