kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Chandra Asri (TPIA) Cabut Force Majeure, Produksi Polymer Domestik Aman!


Rabu, 06 Mei 2026 / 06:15 WIB
Chandra Asri (TPIA) Cabut Force Majeure, Produksi Polymer Domestik Aman!
ILUSTRASI. Chandra Asri (TPIA) resmi mencabut status Force Majeure.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) akhirnya mencabut status Force Majeure yang sebelumnya diberlakukan terkait pasokan polymer dan monomer. Ini membuat kondisi operasional perusahaan semakin stabil. 

Suryandi, Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group menjelaskan, keputusan ini diambil setelah TPIA berhasil menjalankan berbagai langkah strategis guna menjaga kesinambungan produksi di tengah tantangan rantai pasok global.

Dia bilang, TPIA secara proaktif mengamankan sumber bahan baku alternatif dari berbagai pasar internasional, mengoptimalkan fasilitas kilang di Singapura, serta memperluas pengadaan hingga Amerika Serikat (AS). 

Baca Juga: Indosat (ISAT) Siapkan Strategi, Peluang Pendapatan Tumbuh Dua Digit di 2026 Terbuka

“Langkah tersebut ditempuh meskipun menghadapi tantangan logistik dan biaya pengadaan yang lebih tinggi,” jelas Suryandi dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026). 

Adapun pengiriman dari AS memerlukan waktu sekitar 50 hari sampai dengan 70 hari. Ini lebih panjang dibandingkan pasokan dari Kawasan Timur Tengah yang umumnya berkisar 15 hari sampai 20 hari. 

Naphta dari AS juga berada pada kisaran US$ 150–US$ 200 per metrik ton lebih tinggi dari pasokan Timur Tengah. Suryandi bilang, upaya ini ditempuh karena TPIA memprioritaskan kebutuhan domestik di kondisi global saat ini. 

“Dalam upaya meningkatkan keandalan pasokan ke depan, produksi ethylene dari fasilitas olefin cracker kini diprioritaskan untuk kebutuhan internal polymer plant Chandra Asri,” kata dia. 

 

Kebijakan ini mendukung optimalisasi produksi polypropylene (PP) dan polyethylene (PE), yang merupakan bahan baku utama bagi berbagai sektor strategis seperti kemasan, otomotif, konstruksi, logistik, kesehatan dan barang konsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×