kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

China Serap 28 Ton Lidi Sawit Indonesia, BPDP Bidik Nilai Tambah Sawit


Jumat, 19 Juni 2026 / 22:49 WIB
China Serap 28 Ton Lidi Sawit Indonesia, BPDP Bidik Nilai Tambah Sawit
ILUSTRASI. Limbah Sawit, Produk Lidi. (DOK/LPEI (Eximbank))


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia resmi melepas ekspor perdana produk lidi sawit sebanyak 28 ton ke China.

Pelepasan ekspor dilakukan di gudang PT Arra Setya Abadi, Belawan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: TikTok Perkuat Ekosistem Aplikasi dan Gim Lewat Inovasi AI

Produk lidi sawit tersebut berasal dari perkebunan kelapa sawit di Riau, Sumatera Utara, dan Aceh. Bahan baku dikumpulkan dan diusahakan oleh petani sawit, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta koperasi anggota ASPEKPIR melalui program pemberdayaan yang dijalankan bersama BPDP.

Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi, perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara, Badan Karantina, akademisi, serta para petani dan pengrajin lidi sawit.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Anwar Sadat, mengatakan BPDP telah lama mendorong pengembangan produk bernilai tambah dari limbah dan hasil samping kelapa sawit, termasuk lidi sawit.

Baca Juga: Strategi Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Daya Saing Lewat Inovasi dan Transformasi

Sejak 2024, BPDP dan ASPEKPIR telah menggelar berbagai workshop dan diseminasi di sejumlah daerah seperti Siak, Kampar, Bengkalis, Muaro Jambi, Belitung Timur, hingga Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan potensi ekonomi lidi sawit sekaligus meningkatkan kapasitas petani agar mampu memenuhi standar pasar ekspor.

“BPDP sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini karena mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat serta menunjukkan bahwa limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya melalui keterangannya.

BPDP menilai lidi sawit memiliki prospek besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, baik sebagai bahan baku ekspor maupun aneka kerajinan yang dapat dikerjakan oleh pelaku UMKM di daerah.

Selain itu, keberhasilan ekspor perdana ini menunjukkan bahwa industri sawit mampu memberikan manfaat ekonomi yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari petani, perempuan, pemuda, koperasi, hingga pelaku ekspor.

“Rantai pasok produksi lidi sawit melibatkan banyak pihak, dari petani, pengrajin, koperasi, dan pelaku ekspor, sehingga dapat memberikan efek ganda bagi penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi di daerah,” tambahnya.

Baca Juga: Kerja Sama Fincantieri–Republikorp Buka Peluang Transfer Teknologi Perkapalan

Libatkan 2.800 Anggota Koperasi

Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono mengatakan, ekspor perdana ini merupakan tindak lanjut dari berbagai program pemberdayaan UMKM yang dijalankan bersama BPDP di sejumlah wilayah Riau dan Sumatera Utara.

Menurutnya, sedikitnya tujuh koperasi anggota ASPEKPIR terlibat dalam penyediaan bahan baku lidi sawit yang diekspor ke China. Kegiatan tersebut diperkirakan memberikan manfaat ekonomi kepada sekitar 2.800 anggota koperasi.

Baca Juga: Kerja Sama Fincantieri–Republikorp Buka Peluang Transfer Teknologi Perkapalan

“Ekspor perdana ini membuktikan bahwa lidi sawit yang selama ini kurang dimanfaatkan ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kami berharap semakin banyak petani sawit yang tertarik menjadikan pengumpulan dan pengolahan lidi sawit sebagai sumber penghasilan tambahan,” kata Setiyono.

Direktur Utama PT Arra Setya Abadi Ilham Setiadi menambahkan, pihaknya bersama ASPEKPIR dan BPDP terus melakukan sosialisasi serta pendampingan pengembangan usaha ekspor lidi sawit sejak akhir 2024.

Ia menyebut, permintaan pasar internasional terhadap produk lidi sawit terus menunjukkan tren positif sehingga peluang pengembangan usaha ini masih terbuka luas bagi petani dan UMKM di daerah sentra perkebunan sawit.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumatera Utara yang diwakili Tsarwah mengapresiasi keberhasilan ekspor perdana tersebut.

Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai produk turunan berbasis limbah kelapa sawit yang memiliki nilai tambah ekonomi.

“Kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi petani, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan keberhasilan ekspor seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga: Perubahan Perilaku Konsumen Menopang Pertumbuhan Pasar Peralatan Dapur Pintar

Pengembangan produk lidi sawit dinilai sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan.

Pemanfaatan pelepah serta biomassa sawit sebagai bahan baku produk UMKM tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekitar perkebunan.

Sebagai tindak lanjut, BPDP dan ASPEKPIR juga menggelar workshop praktik ekspor lidi sawit di Langkat, Sumatera Utara, pada Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut turut diisi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara koperasi sawit dan pelaku ekspor guna meningkatkan produksi lidi sawit siap ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×