Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chitose Internasional Tbk (CINT) optimistis dapat membukukan pertumbuhan kinerja sepanjang 2026 seiring prospek industri furnitur yang masih positif.
Direktur PT Chitose Internasional Tbk R. Nurwulan Kusumawati mengatakan, meski industri masih menghadapi dinamika ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik, perusahaan melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka.
Chitose menargetkan penjualan sebesar Rp 560 miliar pada tahun ini, atau tumbuh sekitar 8% dibandingkan realisasi penjualan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Jakpro Gandeng Feel Good Network Perkuat Komersialisasi JIS
"Perseroan memandang prospek industri furnitur kantor hingga akhir 2026 masih menunjukkan tren pertumbuhan positif, meskipun di tengah dinamika ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung," ujar Nurwulan, kepada Kontan.co.id, belum lama ini.
Menurut dia, perubahan kebutuhan dan preferensi pasar menjadi salah satu faktor yang dapat menopang pertumbuhan industri furnitur ke depan.
Selain itu, berkembangnya konsep ruang kerja modern, pola kerja hybrid, hingga meningkatnya coworking space turut menciptakan kebutuhan baru terhadap produk furnitur yang lebih fleksibel dan fungsional.
“Tingginya minat generasi baru terhadap lingkungan kerja yang modern, kolaboratif, dan adaptif turut meningkatkan kebutuhan akan furnitur kantor yang fungsional serta memiliki desain yang mengikuti perkembangan tren saat ini," katanya.
Untuk menangkap peluang tersebut, CINT terus menyesuaikan pengembangan produk dengan kebutuhan pasar yang terus berubah. Hal ini dipengaruhi oleh adanya pergeseran generasi yang bekerja dan melakukan kegiatan mereka selama di kantor yang tidak hanya memperhatikan fungsi, tetapi juga selera desain yang beragam.
CINT juga terus mengembangkan produk yang berorientasi pada efisiensi ruang, ergonomi, daya tahan, serta desain yang sesuai dengan konsep ruang kerja modern.
Baca Juga: Harga Pertamax Melonjak Rp 3.950 per Liter, Pertalite Tetap Rp 10.000
CINT membukukan laba bersih sebesar Rp 1,98 miliar per kuartal I-2026, meningkat 21% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,6 miliar.
Sementara penjualan tercatat meningkat 6% YoY menjadi Rp114 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 107 miliar.
Segmen pendidikan masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan perusahaan. Pada kuartal I-2026, segmen ini membukukan pendapatan Rp 96,9 miliar atau berkontribusi sekitar 60% terhadap penjualan sebelum eliminasi.
Adapun segmen hotel, banquet dan restoran berkontribusi 17%, sementara segmen perkantoran menyumbang sekitar 13%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













