kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Ciputra Development Sebut Kenaikan Harga Material Berdampak pada Harga Jual Properti


Rabu, 13 Juli 2022 / 18:30 WIB
ILUSTRASI. Ciputra Development (CTRA) sebut kenaikan harga material berdampak pada harga jual properti. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menanggapi terkaitnya adanya kenaikan harga bahan material bangunan yang turut berdampak pada harga jual properti. 

Sebagai informasi, sebelumnya Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Totok Lusida sempat mengatakan bahwa harga besi sudah naik ke level sekitar Rp 13.000 per kilogram. Sebelumnya, harga bahan material tersebut masih berada di sekitar angka Rp 6.800 per kilogram pada Desember 2021. 

Direktur Ciputra Development Harun Hajadi mengatakan, saat ini memang beberapa harga material bangunan telah mengalami kenaikan. Bahkan sejak tahun lalu, kenaikan tersebut sudah mulai terasa. 

Baca Juga: Ciputra Development (CTRA) Optimistis Capai Target Marketing Sales pada 2022

“Yang naik kebanyakan bahan baku yang berhubungan dengan harga global, misalnya besi, dan material yang supply chain nya terganggu,” imbuh Harun kepada Kontan.co.id, Rabu (13/7). 

Menurut Harun, kenaikan tersebut tentu berdampak pada harga jual produk properti. Sehingga saat ini memang ada penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan. 

“Tetapi kita masih usahakan untuk menekan harganya di tengah pandemi ini agar banyak konsumen bisa membeli rumah produk Ciputra tanpa harus terkena kenaikan,” jelasnya. 

Namun, Harun memproyeksikan, setelah pertengahan tahun ini, perseroan akan sulit untuk menahan kenaikan harga. Hal itu lantaran adanya proyeksi kenaikan biaya atau cost bahan material bangunan yang akan naik 8% sampai 10%. 

 

“Saya sih perkirakan ada kenaikan antara 8%-10% cost bahan material kalo melihat tren sekarang, tetapi sebagian material sudah naik di tahun lalu, makanya mungkin tahun hanya setengahnya,” ungkap dia. 

Sebagai tambahan, saat ini harga jual rumah yang masih menjadi primadona berada di kisaran harga Rp 1,2 miliar. Adapun penjualan yang masih tinggi terutama berasal dari kota-kota besar seperti Jabotabek, Surabaya, Medan, Makassar, dan Semarang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×