kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) melirik peluang pelanggan sektor migas


Minggu, 04 Agustus 2019 / 16:52 WIB

Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) melirik peluang pelanggan sektor migas


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) masih menggenjot banyak potensi di kabel fiber optik. Produsen fiber optik ini sebelumnya telah memasok kebutuhan proyek Palapa Ring.

Mario Palilingan, Deputy Finance Director & Investor Relation CCSI mengatakan perusahaan tengah berusaha memperluas Pelanggan baru dengan menggunakan rekomendasi dari pelanggan sebelumnya. "Salah satunya untuk masuk ke dalam industri Minyak dan Gas (migas)," sebutnya kepada Kontan.co.id, Minggu (4/8).

Dimana, urainya lebih lanjut, teknologi telekomunikasi sektor itu dan SCADA (Supervisory Control dan Data Acquisition) mewajibkan menggunakan kabel optik. Selebihnya di tahun ini perseroan masih fokus di core business, yaitu dengan menjaga dan memenuhi permintaan pelanggan lama atas produk-produk pabrikan CCSI yang dikenal premium.

Baca Juga: Sebanyak 18 dari 32 emiten IPO 2019 sudah punya efek syariah

Merujuk pada laporan keuangan semester-I 2019, porsi yang paling besar atau sekitar 38,4% dari revenue disumbangkan oleh PT Iforte Solusi Infotek yang dikenal sebagai provider BTS hotel dan tingkat mikro, jumlahnya ialah Rp 72,77 miliar.

Nilai tersebut naik lebih dari 2 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 30,95 miliar.

Selain itu ada pelanggan lain dari PT Supra Primatama Nusantara atau yang dikenal brand provider Biznet, yang mempunyai porsi Rp 34,45 miliar. Seperti yang diketahui target sales tahun ini mencapai Rp 409,9 miliar, dengan raihan revenue paruh pertama 2019 senilai Rp 189,13 miliar maka progress nya masih 46% dari target tersebut.

Baca Juga: Ini strategi Communication Cable Systems Indonesia (CCSI) untuk mengejar target

Penjualan CCSI sampai semester I-2019 masih ditopang segmen kabel standar sebanyak Rp 151,66 miliar, tumbuh 48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 102,39 miliar. Lainnya diikuti armoured cable dan pipa masing-masing Rp 7,13 miliar dan Rp 5,06 miliar.


Reporter: Agung Hidayat
Editor: Yoyok

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×