kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

CT minta pemerintah baru perhatikan sektor pangan


Selasa, 02 September 2014 / 15:16 WIB
ILUSTRASI. Pokak bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ledakan penduduk dunia memicu permasalahan pangan. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar dunia, Indonesia sudah selayaknya menjadi lumbung pertanian dunia.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tandjung dalam acara Rapat Koordinasi Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Menurutnya pemerintahan baru nanti harus meletakkan ketahanan pangan menjadi masalah penting di tengah tantangan harga komoditas pangan yang terus mengalami kenaikan.

Apalagi kata dia, untuk menggenjot produksi tidaklah mudah seiring dengan konversi lahan pertanian yang terus terjadi. "Tidak ada pilihan lain kecuali lahan makin kecil dengan peningkatan produktivitas," ujar CT, Selasa 2/9.

Dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian, peranan penyuluh pertanian menjadi perhatian dari kementerian terkait dalam upaya mendorong produktivitas petani.

Sebab lewat penyuluh akan mendorong produksi pertanian lebih maksimal pada kondisi rendahnya pendidikan petani akan pemilihan bibit, penggunaan teknologi,  pemupukan yang baik, pasca panen dan distribusi.

Hasilnya nanti, CT optimis kebutuhan pangan bukan mustahil dapat dipenuhi sendiri. Sehingga impor bisa ditekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×