kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

CT minta pemerintah baru perhatikan sektor pangan


Selasa, 02 September 2014 / 15:16 WIB
ILUSTRASI. Pokak bermanfaat menurunkan tekanan darah tinggi.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ledakan penduduk dunia memicu permasalahan pangan. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar dunia, Indonesia sudah selayaknya menjadi lumbung pertanian dunia.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian, Chairul Tandjung dalam acara Rapat Koordinasi Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

Menurutnya pemerintahan baru nanti harus meletakkan ketahanan pangan menjadi masalah penting di tengah tantangan harga komoditas pangan yang terus mengalami kenaikan.

Apalagi kata dia, untuk menggenjot produksi tidaklah mudah seiring dengan konversi lahan pertanian yang terus terjadi. "Tidak ada pilihan lain kecuali lahan makin kecil dengan peningkatan produktivitas," ujar CT, Selasa 2/9.

Dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian, peranan penyuluh pertanian menjadi perhatian dari kementerian terkait dalam upaya mendorong produktivitas petani.

Sebab lewat penyuluh akan mendorong produksi pertanian lebih maksimal pada kondisi rendahnya pendidikan petani akan pemilihan bibit, penggunaan teknologi,  pemupukan yang baik, pasca panen dan distribusi.

Hasilnya nanti, CT optimis kebutuhan pangan bukan mustahil dapat dipenuhi sendiri. Sehingga impor bisa ditekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×