kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.910   28,00   0,16%
  • IDX 6.350   -24,17   -0,38%
  • KOMPAS100 831   -4,53   -0,54%
  • LQ45 631   -3,10   -0,49%
  • ISSI 219   -0,68   -0,31%
  • IDX30 352   -1,89   -0,53%
  • IDXHIDIV20 428   -1,57   -0,37%
  • IDX80 95   -0,48   -0,50%
  • IDXV30 118   -0,52   -0,44%
  • IDXQ30 112   -0,48   -0,43%

Cuaca buruk mengancam produksi gandum di China dan AS


Jumat, 01 April 2011 / 11:57 WIB
ILUSTRASI. Pesawat militer Rusia. Rusia tuduh AS telah melanggar perjanjian mata-mata Open Skies. Alexander Zemlianichenko/Pool via REUTERS


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

SINGAPURA. British Wheather Services menyatakan, panen gandum di China, sebagai konsumen gandum terbesar dan panen di AS sebagai negara produsen gandum terbesar, sedang menghadapi masalah serius akibat gagal panen yang mengancam, jika La Nina terus berlangsung.

Akibatnya, harga gandum kemarin sempat melompat 5%, walaupun Departemen Pertanian As memprediksi area tertanam AS tahun ini naik 8,2% dari tahun sebelumnya, yakni menjadi 23,5 juta hektare (ha).

Namun, hari ini harga Gandum untuk pengiriman Mei 2011 turun 0,8% menjadi US$ 7,57 per bushel pada pukul 11:24 waktu setempat. "Cuaca menjadi kuncinya. Walaupun area tertanam meningkat, tidak serta merta bisa meningkatkan produksi," kata Sudakshina Unnikrishnan, analis Barclays Capital.








Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×