kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Cuaca buruk mengancam produksi gandum di China dan AS


Jumat, 01 April 2011 / 11:57 WIB
Cuaca buruk mengancam produksi gandum di China dan AS
ILUSTRASI. Pesawat militer Rusia. Rusia tuduh AS telah melanggar perjanjian mata-mata Open Skies. Alexander Zemlianichenko/Pool via REUTERS


Sumber: Bloomberg | Editor: Rizki Caturini

SINGAPURA. British Wheather Services menyatakan, panen gandum di China, sebagai konsumen gandum terbesar dan panen di AS sebagai negara produsen gandum terbesar, sedang menghadapi masalah serius akibat gagal panen yang mengancam, jika La Nina terus berlangsung.

Akibatnya, harga gandum kemarin sempat melompat 5%, walaupun Departemen Pertanian As memprediksi area tertanam AS tahun ini naik 8,2% dari tahun sebelumnya, yakni menjadi 23,5 juta hektare (ha).

Namun, hari ini harga Gandum untuk pengiriman Mei 2011 turun 0,8% menjadi US$ 7,57 per bushel pada pukul 11:24 waktu setempat. "Cuaca menjadi kuncinya. Walaupun area tertanam meningkat, tidak serta merta bisa meningkatkan produksi," kata Sudakshina Unnikrishnan, analis Barclays Capital.








Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×