kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.028.000   16.000   0,53%
  • USD/IDR 16.814   -85,00   -0,50%
  • IDX 8.396   124,32   1,50%
  • KOMPAS100 1.183   18,77   1,61%
  • LQ45 848   12,48   1,49%
  • ISSI 300   4,67   1,58%
  • IDX30 445   8,19   1,88%
  • IDXHIDIV20 530   8,41   1,61%
  • IDX80 132   1,86   1,43%
  • IDXV30 145   1,60   1,12%
  • IDXQ30 143   2,42   1,73%

Dabeeo Perluas Teknologi AI untuk Perkebunan Sawit di Indonesia


Senin, 23 Februari 2026 / 20:14 WIB
Dabeeo Perluas Teknologi AI untuk Perkebunan Sawit di Indonesia
ILUSTRASI. Kawasan perkebunan sawit di Pasaman Barat masih terendam banjir (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Korea Selatan, Dabeeo, memperluas kehadirannya di sektor agrikultur Asia Tenggara dengan menerapkan solusi analitik spasial dan pemetaan berbasis AI pada perkebunan kelapa sawit.

Sejak mulai beroperasi di Indonesia pada Mei 2025, Dabeeo menjalin kerja sama dengan sejumlah grup perkebunan besar, antara lain Salim Group, Tunas Sawa Erma Group, serta POSCO Group melalui PT Bio Inti Agrindo. Ekspansi ini juga mencakup kerja sama dengan perusahaan perkebunan di Malaysia, Sawit Kinabalu.

Langkah terbaru ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama antara Dabeeo dan Triputra Agro Persada. 

Baca Juga: Penegakan Lingkungan Pascabanjir, KLH Segel Kebun Sawit PT TBS di Tapanuli Tengah

Dalam kerja sama tersebut, Dabeeo akan mengimplementasikan sistem pemantauan perkebunan berbasis AI dalam skala besar di area perkebunan kelapa sawit perusahaan tersebut.

Sistem ini menggunakan teknologi vision AI milik Dabeeo untuk menganalisis citra satelit beresolusi tinggi. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi individual pohon, pemantauan kesehatan tanaman, serta deteksi perubahan kondisi kebun. 

Analisis juga diperkuat dengan pemetaan tiga dimensi dan evaluasi kesesuaian lahan guna memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi perkebunan.

Seluruh hasil analisis ditampilkan melalui platform berbasis web dan aplikasi mobile. Integrasi ini memungkinkan pertukaran data secara real time antara tim lapangan dan manajemen, termasuk penggabungan data satelit dengan data operasional. 

Baca Juga: Kembangkan Kebun Sawit Plasma, Wilmar Group Gandeng Koperasi Seira Mandiri Jaya

Salah satu penerapannya adalah penandaan otomatis titik Tandan Buah Segar (TBS) yang belum terangkut dari Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) untuk membantu pengaturan rute dan armada angkut, sekaligus mengantisipasi kendala operasional seperti genangan banjir.

Wakil Presiden Dabeeo Victor Choi menyatakan kerja sama tersebut mencerminkan penerimaan industri terhadap solusi yang dikembangkan perusahaan. 

"Kontrak ini menunjukkan solusi kami dapat diterapkan langsung dalam pengelolaan operasional perkebunan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

Ke depan, Dabeeo berencana memperluas kolaborasi dengan produsen kelapa sawit lain di Indonesia serta menargetkan perusahaan agribisnis global sebagai bagian dari strategi ekspansi regionalnya di Asia Tenggara.

Baca Juga: Kementerian LH Segel Kebun Sawit di Tapanuli Tengah Pasca Banjir dan Longsor Sumut

Dabeeo didirikan pada 2012 di Korea Selatan dan mengembangkan teknologi vision AI untuk pemantauan presisi, mulai dari identifikasi pohon hingga integrasi data operasional lapangan secara real time melalui platform digital.

Selanjutnya: Kemenkeu Sudah Cairkan Rp 56,5 Triliun untuk Anggaran Pendidikan pada Januari 2026

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 24 Februari 2026, Atur Ketenangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×