kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Daging impor Brasil bisa tekan harga, tapi beratkan peternak lokal


Rabu, 02 Mei 2018 / 20:51 WIB
ILUSTRASI. Sapi impor


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pemerintah membuka keran impor daging sapi menuai kritik. Di satu sisi, harga pangan harus ditekan apalagi jelang puasa dan lebaran, namun bila impor terus dibuka, maka akan merugikan peternak sapi lokal.

Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana mengatakan bila pemerintah membuka kesempatan impor daging sapi dari Brasil maka akan terjadi persaingan yang cukup keras dari para importir daging global.

Pasalnya, memang sudah menjadi kebiasaan Indonesia untuk mengimpor daging dan terus mencari rekan impor ketimbang meningkatkan bisnis lokal.

"Tidak terkecuali daging sapi lokal akan dipaksa ikut berkompetisi. Saya tidak tahu berapa harga cost insurance freight (CIF) daging ekspor Brasil. Kalau tidak dapat bersaing dengan daging kerbau India akan berat untuk masuk pasar," kata Teguh kepada Kontan.co.id, Rabu (2/5).

Kemudian mengenai potensi menekan harga di pasar, Teguh mengakui ada kemungkinan ke arah tersebut. Apalagi bila harga daging impor yang dikirim di bawah Rp 100.000 per kilogram.

Namun dengan harga tersebut maka pengusaha daging lokal akan semakin tersisih karena bersaing harga. Bila keadaan terus berlanjut maka minat peternak sapi Indonesia bisa makin surut, apalagi regenerasi sangat berat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×