kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Dahlan: Jangan salahkan Pertamina jika rugi Rp 5 T


Senin, 11 Maret 2013 / 14:11 WIB
ILUSTRASI. Promo code Roblox Oktober 2021: Gratis item topi keren & lucu, klaim sekarang yuk!


Reporter: Oginawa R Prayogo

JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan Pertamina tidak dapat disalahkan atas potensi kerugian senilai Rp 5 triliun tahun ini. Kerugian itu disebabkan oleh pembatalan rencana Pertamina untuk mengerek harga elpiji 12 kilogram (kg) karena tidak direstui oleh Pemerintah. 

"Pertamina kan rugi Rp 5 triliun. Setelah minta usul ke pemerintah (untuk menaikkan harga elpiji 12 kg), ya Pertamina tidak dapat disalahkan lagi kalau rugi karena sudah mengusulkan," ujar Dahlan kepada wartawan di kantor Adhi Karya, Jakarta, Senin (11/3). Kerugian itu akibat Pertamina menjual elpiji di bawah harga pokok pembelian.

Menurut Dahlan, Pertamina berpotensi disalahkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena membiarkan kerugian penjualan elpiji 12 kg. "Sekarang Pertamina tidak dapat disalahkan lagi oleh BPK," ujar Dahlan.

Sebelumnya, Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan rencana kenaikan harga gas elpiji 12 kg saat ini tidak tepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×