kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Dampak pelemahan rupiah terhadap industri farmasi yang bahan bakunya impor


Jumat, 28 Februari 2020 / 19:04 WIB
Dampak pelemahan rupiah terhadap industri farmasi yang bahan bakunya impor
ILUSTRASI. Pekerja farmasi beraktivitas memproduksi obat di Pabrik Pfizer Indonesia, Jakarta Timur, Senin (29/4/2019).


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Noverius Laoli

Mengenai, apakah perusahaan punya acuan rentang nilai kurs dolar AS? Zahmilia bilang, perusahaan menggunakan rentang nilai tukar rata-rata pada periode tiga tahun terakhir.

Opsi melakukan hedging tampaknya belum menarik bagi produsen farmasi. Honesti Basyir, Direktur Utama PT Bio Farma yang menjadi induk holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi mengatakan perusahaan di bawah induk belum akan melakukan aksi tersebut.

Baca Juga: Serap tenaga kerja banyak, nilai industri ampelas capai Rp 784 miliar dalam setahun

"Karena kalau untuk bahan baku, seperti PT Kimia Farma Tbk masih cukup untuk kebutuhan sampai dengan akhir tahun," terangnya kepada Kontan.co.id, Jumat (28/2). Selain itu PT Bio Farma sendiri juga mampu menerapkan natural hedging dengan menggenjot ekspor.

Kata Honesti, perusahaan memiliki pendapatan bersih dalam bentuk dolar AS karena rajin mengekspor vaksin. Sebagaimana yang diketahui, Bio Farma di tahun lalu saja telah mengekspor 3,4 juta dosis vaksin ke Afrika Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×