kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.893   -1,00   -0,01%
  • IDX 7.961   -56,27   -0,70%
  • KOMPAS100 1.117   -8,38   -0,74%
  • LQ45 810   -2,68   -0,33%
  • ISSI 283   -2,95   -1,03%
  • IDX30 428   -0,60   -0,14%
  • IDXHIDIV20 521   3,72   0,72%
  • IDX80 125   -0,74   -0,59%
  • IDXV30 141   0,41   0,29%
  • IDXQ30 138   0,42   0,30%

Danantara & INA Tanam US$ 200 juta di Proyek CA-EDC US$ 800 Juta Milik Chandra Asri


Selasa, 03 Maret 2026 / 09:32 WIB
Danantara & INA Tanam US$ 200 juta di Proyek CA-EDC US$ 800 Juta Milik Chandra Asri


Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) secara resmi menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) guna memperkuat kapasitas produksi Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC) domestik. 

Hal ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Danantara Indonesia, INA dan TPIA, di mana Danantara Indonesia dan INA merupakan investor strategis dalam proyek tersebut. 

Pembangunan pabrik CA-EDC memiliki nilai proyek sebesar US$ 800 juta, dan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berfokus pada produksi bahan baku esensial bagi industri hulu dan hilir. 

Dalam struktur investasi yang disepakati, Danantara Indonesia dan INA akan bersama-sama menanamkan modal dengan total investasi sebesar US$ 200 juta. Pendanaan ini akan digunakan untuk membangun fasilitas industri strategis CA-EDC yang dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak Perusahaan Chandra Asri Group, dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2027. 

Baca Juga: Usai 6 Proyek, Danantara Lanjutkan Groundbreaking 14 Hilirisasi Tahun Ini

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menyatakan bahwa  kolaborasi ini tidak hanya sebagai respon terhadap tantangan ketergantungan impor, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mempercepat hilirisasi, kunci penggerak ekonomi Indonesia.

“Proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap bahan baku krusial dalam berbagai industri, sekaligus mendorong agenda hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang. Kehadiran kapasitas produksi Caustic Soda di dalam negeri diharapkan dapat secara signifikan memperkuat substitusi impor dan ketahanan pasokan domestik,” ungkap Pandu, dalam keterangan resmi, pada Selasa (3/3/2026). 

Produksi EDC sendiri tidak hanya dapat mendukung kebutuhan industri dalam negeri, tetapi memiliki potensi untuk meningkatkan ekspor. Sehingga bisa memberikan kontribusi pada devisa, seiring dengan penguatan daya saing industri kimia nasional.

Sebagai informasi, caustic soda digunakan sebagai bahan baku dalam proses produksi sabun dan deterjen, pemurnian alumina, hingga proses pembuatan kertas. Sedangkan EDC merupakan bahan baku utama yang mendorong industri konstruksi dan pengemasan.

Baca Juga: Danantara Indonesia Genjot 20 Proyek Hilirisasi dan 4 Investasi Strategis pada 2026

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra, menambahkan, pihaknya menyambut baik partisipasi Danatara Indonesia serta INA sebagai mitra investasi strategis dalam proyek CAEDC ini. Dukungan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kapabilitas Chandra Asri Group dalam mengembangkan fasilitas ini. 

“Kami berharap proyek CA-EDC ini dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan impor bahan kimia strategis, memperkuat ketahanan rantai pasok nasional serta mendukung hilirisasi. Selain itu, pembangunan dan operasional fasilitas ini juga akan membuka peluang kerja baru sebanyak 3000 pada masa konstruksi dan 250 pada saat operasional serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan industri di Cilegon dan sekitarnya,” tambahnya. 

Pada fase pertama, pembangunan pabrik CA-EDC akan memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 400.000 ton Caustic Soda kering per tahun dan 500.000 ton Ethylene Dichloride. 

Pihaknya memastikan fasilitas ini dikembangkan dengan standar teknologi dan keselamatan industri yang tinggi untuk memastikan efisiensi operasional, keandalan pasokan serta kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan. 

Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) Beberkan Progres Pembangunan Pabrik CA-EDC

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×