kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Ada Isu PHK Tokopedia, idEA: Industri E-Commerce Masih Konsolidasi


Minggu, 05 Juli 2026 / 14:13 WIB
Ada Isu PHK Tokopedia, idEA: Industri E-Commerce Masih Konsolidasi
ILUSTRASI. Ketua Umum idEA Budi Primawan (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menilai industri e-commerce nasional masih berada dalam fase konsolidasi dan peningkatan efisiensi di tengah beredarnya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia.

Ketua Umum idEA Budi Primawan, mengatakan penjelasan mengenai kondisi internal perusahaan, termasuk terkait isu PHK, merupakan kewenangan masing-masing perusahaan.

"Terkait kabar yang beredar, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) berpandangan bahwa penjelasan mengenai kondisi internal perusahaan tentu paling tepat disampaikan oleh perusahaan yang bersangkutan, karena mereka yang memahami kebutuhan organisasinya," ujar Budi kepada Kontan, Minggu (5/7/2026).

Baca Juga: Wijaya Karya (WIKA) Kebut Pembangunan Bendungan Jenelata di Sulsel

Menurutnya, secara umum industri e-commerce Indonesia saat ini tengah memasuki fase konsolidasi seiring perubahan kondisi pendanaan di sektor teknologi. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, perusahaan digital kini lebih menitikberatkan pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dibanding ekspansi agresif.

"Pendanaan ke sektor teknologi tidak lagi sebesar beberapa tahun lalu, sehingga banyak perusahaan kini lebih berfokus pada pertumbuhan yang sehat, efisiensi operasional, dan keberlanjutan bisnis. Ini merupakan tren yang juga terjadi di banyak negara," jelasnya.

Budi menilai proses efisiensi tersebut merupakan bagian dari dinamika industri digital yang tengah beradaptasi dengan kondisi pasar dan tuntutan investor terhadap profitabilitas.

Meski demikian, ia berharap ekosistem e-commerce Indonesia tetap mampu tumbuh secara sehat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Menurutnya, hal tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak melalui kebijakan yang kondusif bagi pertumbuhan industri digital.

"Karena itu diperlukan kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah melalui kebijakan yang mendukung investasi, inovasi, pengembangan talenta digital, serta kepastian regulasi agar industri dapat berkembang secara berkelanjutan," jelas Budi.

Baca Juga: Soroti PHK Tokopedia, Kadin: Tekanan Profitabilitas Jadi Tantangan Industri Digital

Sebelumnya, beredar kabar di media sosial yang menyebut PT Tokopedia akan melakukan PHK dalam jumlah besar. Hingga kini, perusahaan belum mengonfirmasi jumlah pekerja yang terdampak. 

TikTok selaku pengendali Tokopedia hanya menyatakan tengah melakukan penyesuaian organisasi, khususnya pada fungsi riset dan pengembangan (R&D), sebagai bagian dari strategi mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×