Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danone Indonesia meraih Solar Awards 2026 kategori industri. Penghargaan ini merupakan bagian dari Indonesia Solar Summit (ISS) 2026, yang menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi Danone Indonesia dalam mengintegrasikan energi surya ke dalam operasional bisnisnya.
Hingga saat ini, Danone Indonesia telah mengoperasikan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 11 fasilitas produksi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Total kapasitas terpasang PLTS Danone Indonesia lebih dari 10,4 Megawatt Peak (MWp).
Instalasi PLTS tersebut telah diterapkan di fasilitas produksi yang berlokasi di Klaten, Ciherang, Banyuwangi, Mekarsari, Mambal, Cianjur, Langkat, Prambanan, Yogyakarta, Sentul, dan Ciracas.
Penerapan energi surya tersebut sejalan dengan komitmen global Danone sebagai anggota RE100, yang menargetkan penggunaan 100% listrik dari sumber energi terbarukan di seluruh operasional global pada tahun 2030.
Baca Juga: Pendapatan Ecocare Indo Pasifik (HYGN) Tumbuh 21% di Semester I-2026, Ini Penopangnya
Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo mengungkapkan bahwa langkah strategis tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat transisi menuju operasional rendah karbon. Bagi Danone Indonesia, integrasi energi surya ke dalam operasional bisnis menjadi bagian dari strategi keberlanjutan dan dekarbonisasi perusahaan.
"Keberlanjutan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari cara kami menjalankan bisnis. Pemanfaatan energi surya di berbagai fasilitas produksi menjadi salah satu langkah nyata kami dalam mengurangi jejak karbon operasional sekaligus meningkatkan efisiensi energi," kata Karyanto melalui rilis yang disiarkan pada Selasa (28/7/2026).
Adapun, Solar Awards 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 yang diselenggarakan pada 14–16 Juli 2026 di Bali. Agenda ini yang mengusung tema "From Ambition to Action – Strengthening the Solar PV Ecosystem to Support Energy Sovereignty".
ISS 2026 diselenggarakan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) bersama para pemangku kepentingan. ISS 2026 menjadi forum yang mewadahi kolaborasi untuk mempercepat pengembangan ekosistem energi surya sekaligus memperkuat transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.
Chief Executive Officer IESR Fabby Tumiwa mengungkapkan bahwa Solar Awards merupakan bentuk apresiasi kepada institusi yang telah menunjukkan implementasi nyata dalam pemanfaatan energi surya.
"Melalui penghargaan ini, kami berharap semakin banyak praktik baik yang dapat mendorong pengembangan ekosistem energi surya sekaligus memperkuat transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia," kata Fabby.
Sementara itu, Karyanto menambahkan bahwa selain penggunaan PLTS, Danone Indonesia juga terus memperkuat berbagai inisiatif dekarbonisasi. Mulai dari rehabilitasi dan konservasi lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, optimalisasi transportasi dan efisiensi operasional, hingga pemanfaatan biomassa sebagai energi alternatif.
Baca Juga: Tartekan Avtur, AirAsia (CMPP) Cetak Pendapatan Rp 3,91 Triliun di Semester I-2026
Danone Indonesia menjalankan berbagai inisiatif dekarbonisasi lainnya, seperti penanaman lebih dari 2,6 juta pohon di area konservasi seluas 6.000 hektare, pengembangan 20 taman keanekaragaman hayati (KEHATI), optimalisasi transportasi dan efisiensi operasional, serta pemanfaatan rice husk boiler sebagai energi alternatif di fasilitas produksi.
"Ke depan, Danone Indonesia akan terus memperkuat transformasi menuju operasional yang lebih berkelanjutan melalui peningkatan efisiensi energi, perluasan pemanfaatan energi terbarukan, serta inovasi yang mendukung pengurangan emisi karbon di seluruh rantai operasional perusahaan," tandas Karyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














