kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.004,12   8,15   0.82%
  • EMAS974.000 0,72%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dany Amrul Direksi Mind ID Buka Suara Soal IBC Batal Akuisisi StreetScooter


Sabtu, 08 Januari 2022 / 13:36 WIB
Dany Amrul Direksi Mind ID Buka Suara Soal IBC Batal Akuisisi StreetScooter
ILUSTRASI. Kendaraan listrik StreetScooter di Jerman.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Odin Automotive resmi mengakuisisi StreetScooter Engineering (StSE), produsen kendaraan komersial ringan listrik atau Electric Light Commercial Vehicle (eLCV) pada 4 Januari 2022.

Lewat akuisisi tersebut, Odin meraih hak atas IP StreetScooter Engineering, jalur produksi, dan anak perusahaan di Swiss dan Jepang.

Sebelumnya, holding perusahaan baterai BUMN yaitu PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dikabarkan akan mengakuisisi produsen eLCV asal Jerman tersebut. Namun karena kalah cepat, Odin Automotive dengan didukung beberapa mitra investasi global institusional dan swasta lebih dulu mengambil momentum akuisisi StreetScooter. 

Beberapa perusahaan yang mendukung Odin melakukan aksi korporasi ini ialah Sparta Capital Management sebuah perusahaan investasi yang berbasis di London, Chery perusahaan OEM dari China, Neapco dari Jepang, Hitachi dari Jepang, dan GIC dari Singapura. 

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Sebut Peluang IBC Mengakuisisi StreetScooter Sudah Tertutup

Direktur Kelembagaan Mind Id (Inalum), Dany Amrul Ichdan mengatakan, aksi korporasi IBC untuk mengakuisisi StreetScooter melalui konsorsium Odin Automotive belum dapat dilanjutkan karena sudah melewati jadwal yang ditargetkan oleh pihak Deutsche Post DHL sebagai Pemilik Stretscooter di akhir November 2021 lalu.

"Kita harus berlomba dengan kecepatan menangkap peluang. Namun sering terjebak pada intrik like and dislike tanpa asumsi validitas kajian bisnis yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga momentum untuk menguasai teknologi manufaktur mobil listrik dan memasuki pasar global kita lewatkan," jelasnya kepada Kontan.co.id, Sabtu (8/1). 

Padahal menurut Dany, aksi ini merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat hilirisasi ekosistem baterai yakni dengan mempercepat produksi mobil listrik yang teknologi dan pasarnya sangat menjanjikan. 

Dany mengatakan, sesungguhnya kajian keekonomian, kajian teknik,legal dan komersial juga sudah dilakukan dengan hasil baik. Namun, dirinya tidak menampik tentu ada aspek risiko yang timbil, namun hal ini juga sudah disiapkan strategi mitigasinya.

Baca Juga: Pengamat Otomotif Sarankan Holding Baterai IBC Fokus Pengembangan Baterai Listrik

Sehubungan dengan kajian dan peluang yang bagus tersebut, dirinya mewajarkan bila banyak reputable investor di pasar global yang ingin memperkuat value chain bisnisnya dengan mengakuisisi StreetScooter. 

Dany mengungkapkan, ke depannya sejalan dengan agresifnya IBC dalam menjalankan roadmapnya tentu akan banyak aksi korporasi yang dilakukan. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES)

[X]
×