kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Daya Beli Tertekan, Ritel Rumah Tangga dan Bahan Bangunan Tetap Ekspansif


Selasa, 05 Mei 2026 / 15:11 WIB
Daya Beli Tertekan, Ritel Rumah Tangga dan Bahan Bangunan Tetap Ekspansif
ILUSTRASI. Kawasan Perumahan (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri ritel kebutuhan rumah tangga dan bahan bangunan menunjukkan ketahanan pada awal 2026, meski dihadapkan pada tekanan penurunan daya beli masyarakat dan dinamika geopolitik global. Sejumlah pelaku usaha tetap mampu menjaga kinerja sekaligus melanjutkan ekspansi secara selektif.

PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) memandang prospek industri ritel bahan bangunan untuk kuartal kedua dan sisa tahun ini masih cukup menantang, namun tetap suportif dan stabil. 

Direktur Caturkarda Depo Bangunan, Caroline Kettin, mengungkapkan kondisi makro ekonomi pada kuartal I-2026 serta pergeseran momentum Ramadan dan Idulfitri yang datang lebih awal turut memengaruhi pola transaksi penjualan.

Baca Juga: Kawan Lama Perkuat Bisnis Omnichannel via Ruparupa, Bidik Pertumbuhan 2 Digit di 2026

“Momentum Ramadan dan Idul Fitri yang datang lebih awal turut mewarnai pola transaksi penjualan. Awal puasa yang dimulai cukup berdekatan dengan awal tahun ditambah dengan kondisi ekonomi makro yang mengubah pola konsumsi masyarakat, cukup berdampak pada kinerja kami,” ujar Caroline kepada Kontan, belum lama ini. 

Meski demikian, ia menegaskan performa DEPO secara keseluruhan masih sesuai ekspektasi dan mencerminkan siklus operasional yang sehat. 

DEPO juga melihat kebutuhan pembangunan rumah, renovasi, dan konstruksi tetap terjaga, sehingga menopang permintaan di tengah tekanan ekonomi.

Untuk mendukung pertumbuhan, DEPO mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 130 miliar pada 2026 yang difokuskan untuk ekspansi gerai baru, optimalisasi fasilitas, serta penguatan operasional gerai eksisting. Selain itu, ekspansi juga diarahkan ke wilayah luar Pulau Jawa.

Sejalan dengan itu, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) juga mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2026. Hingga Maret 2026, indikatif penjualan tumbuh 8,8% secara tahunan (yoy), dengan same store sales growth (SSSG) naik 4,3% yoy, masih berada dalam kisaran target pertumbuhan 6%–8% sepanjang tahun ini.

Baca Juga: Properti Tetap Laris! Marketing Sales Emiten Properti Tumbuh di Kuartal I-2026

Head of Corporate Communications & Sustainability Aspirasi Hidup Indonesia, Melinda Pudjo, mengatakan momentum Ramadan, Lebaran, dan Imlek memberikan kontribusi positif terhadap kinerja awal tahun, terutama pada kategori kebutuhan rumah tangga.

“Hingga periode tersebut, pertumbuhan penjualan juga terindikasi masih berada dalam kisaran target pertumbuhan Perseroan, yaitu sebesar 6%–8%,” ujarnya.

Namun, Melinda mengakui adanya perubahan perilaku konsumen di tengah tekanan daya beli. Konsumen kini lebih rasional dan selektif, dengan kecenderungan mengutamakan value for money, tidak hanya dari sisi harga tetapi juga kualitas dan fungsi produk.

Untuk menjawab tren tersebut, ACES memperkuat portofolio produk dan diferensiasi merek, termasuk melalui AZKO yang menawarkan pengalaman belanja lebih komprehensif serta NEKA yang menyasar segmen lebih terjangkau.

Di sisi lain, platform omnichannel Ruparupa yang berada dalam ekosistem Kawan Lama Group juga menunjukkan ketahanan di tengah tekanan daya beli. 

Memasuki usia satu dekade, Ruparupa mampu mempertahankan pertumbuhan dobel digit sejak awal berdiri. Chief Executive Officer Ruparupa, Teresa Wibowo, mengungkapkan capaian tersebut didorong oleh strategi adaptif dalam menjawab perubahan perilaku konsumen serta kepercayaan pelanggan yang terus meningkat.

“Selama 10 tahun, Ruparupa telah menjadi bagian dari keseharian lebih dari 9,5 juta pelanggan dalam memenuhi kebutuhan rumah. Kepercayaan yang terus diberikan menjadi semangat bagi kami untuk terus bertransformasi untuk menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang,” ujarnya.

Baca Juga: Metland (MTLA) Optimistis Properti 2026, KPR Jadi Andalan Penjualan

Meski demikian, perusahaan juga melihat adanya pergeseran perilaku belanja, di mana konsumen cenderung menunda pembelian dan menunggu momen promosi. Untuk mengimbangi hal tersebut, Ruparupa aktif menjaring pelanggan baru dan memperkuat strategi berbasis data dan teknologi.

Pemanfaatan data mining, artificial intelligence (AI), serta machine learning dilakukan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menghadirkan pengalaman belanja yang lebih personal melalui fitur hyper-personalization.

Sebagai bagian dari strategi omnichannel, ruparupa kini terintegrasi dengan lebih dari 600 toko Kawan Lama Group, menghadirkan berbagai layanan seperti Scan & Shop, ambil di toko, hingga pengembalian produk di seluruh jaringan toko. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×