Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) terus memperkuat rantai pasok industri angkutan jalan raya melalui kolaborasi erat dengan karoseri lokal.
Menandai delapan tahun kiprahnya sebagai agen tunggal pemegang merek truk dan bus Mercedes-Benz di Indonesia, perusahaan hari ini menyerahkan sejumlah unit bus baru kepada operator nasional serta menegaskan model kerja sama bisnis yang makin terintegrasi.
Selama beberapa tahun terakhir, DCVI fokus memadukan teknologi sasis global Mercedes-Benz dengan kemampuan manufaktur karoseri seperti Adiputro dan Tentrem.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Data Nasional, BPS dan Peruri Perkuat Kolaborasi
Sinergi antara APM, karoseri, dan operator ini dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing industri otobus sekaligus menjaga kualitas layanan transportasi yang kian mendapat perhatian publik.
Dalam pameran otomotif di BSD–Serpong, DCVI menyerahkan dua unit bus Mercedes-Benz di stan Adiputro untuk PO Fajar Riau Wisata dan PO Sahabat Perjalanan Sejati.
Selain itu, perusahaan juga meneken pengadaan 20 unit Mercedes-Benz OH 1626 L untuk PO Bagong yang akan menggunakan bodi Avante H8 Grand Captain dari karoseri Tentrem.
Presiden Direktur DCVI, Naeem Hassim, mengatakan hubungan jangka panjang dengan karoseri lokal menjadi keunggulan kompetitif Mercedes-Benz di Indonesia. Ia menekankan bahwa kombinasi teknologi sasis DCVI dan keahlian karoseri nasional menghasilkan produk yang lebih sesuai kebutuhan pasar.
Pendekatan ekosistem ini dianggap penting bagi industri karena membantu menjaga standar kualitas, mempercepat inovasi desain, mengamankan pasokan, dan memperkuat kapabilitas lokal. Melalui program Body Builder Advisor (BBA), DCVI juga memastikan standar konstruksi karoseri tetap sejalan dengan regulasi global Daimler Truck AG.
Baca Juga: Program Magang Nasional Gelombang II Bakal Dibuka pada November 2025
Dua unit bus yang diserahkan hari ini mencerminkan peningkatan standar kenyamanan dan keselamatan di layanan wisata dan antarkota. PO Fajar Riau Wisata menerima Mercedes-Benz OH 1626 S Jetbus 5 untuk layanan wisata jarak menengah hingga jauh.
Sementara PO Sahabat Perjalanan Sejati menerima Mercedes-Benz O 500 RSD 2445 Euro 5 tiga gardan yang dilengkapi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), fitur keselamatan kelas atas yang kini menjadi standar di segmen bus premium.
Direktur Utama Adiputro, David Jethrokusumo, menilai kekuatan ekosistem menjadi faktor vital bagi industri karoseri. Menurutnya, industri otobus hanya dapat berkembang jika karoseri, operator, dan APM berjalan beriringan.
Kebutuhan armada baru diperkirakan terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur dan peningkatan konektivitas kota-kota besar. Ketua Umum IPOMI, Kurnia Lesani Adnan, menegaskan kolaborasi tiga pihak–APM, karoseri, dan operator–akan menjadi fondasi agar transportasi darat kembali diminati masyarakat.
Baca Juga: Astra Dukung Ekosistem Teknologi Nasional, Ada 6 Inovasi Digital dari Astranauts 2025
Menginjak delapan tahun kiprahnya, DCVI memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan kembali peran Mercedes-Benz dalam industri kendaraan niaga Indonesia.
Sejak merakit sasis pertama di Tanjung Priok pada 1971, Mercedes-Benz telah menjadi bagian dari proses industrialisasi kendaraan niaga nasional. Kehadiran pabrik baru di Cikarang semakin memperkuat komitmen perusahaan dalam investasi dan pengembangan SDM lokal.
DCVI menyatakan siap melangkah ke dekade berikutnya dengan mengusung semangat “For all who keep the world moving,” membawa teknologi global, manufaktur lokal, dan kemitraan yang makin terpadu untuk memajukan industri transportasi darat Indonesia.
Selanjutnya: KSPN Sebut Skema Range UMP 2026 Dinilai Lebih Adil
Menarik Dibaca: 8 Makanan yang Bisa Netralkan Asam Lambung secara Cepat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













