kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Demi Genjot Energi Terbarukan, PLN Perlu Kembangkan PLTA


Senin, 28 Februari 2022 / 14:35 WIB
Demi Genjot Energi Terbarukan, PLN Perlu Kembangkan PLTA
ILUSTRASI. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Energy di Sulawesi Tengah.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Demi mengejar target energi baru terbarukan (EBT), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) disarankan mendorong pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, masih ada potensi besar dalam pengembangan EBT khususnya sektor PLTA dan PLTMH yang mencapai 95 GW. "Potensi yang sangat besar ini bisa dimanfaatkan secara maksimal. Dukungan PLN menjadi hal yang sangat penting," kata Mamit dalam keterangan resmi, Senin (28/2).

Mamit melanjutkan, sebelumnya PLN telah menyerap listrik dari PLTA Poso dan PLTA Malea di Sulawesi. Langkah ini pun dinilai patut diapresiasi.

Baca Juga: Jokowi Resmikan PLTA Poso dan PLTA Malea yang Dibangun Kalla Group

Ia menilai PLTA juga mempunyai kemampuan yang andal dari sisi pasokan dan utilitas. PLTA mempunyai daya tahan yang lebih lama, bisa menjadi pembangkit baseload juga mampu menjadi peaker.

"PLTA ini merupakan EBT yang bisa menjadi peaker atau mampu menjaga beban puncak jika dibandingkan dengan EBT yang lain seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang masih bersifat intermitten," ujar Mamit.

Dari sisi kacamata penurunan emisi karbon, Mamit juga menilai PLTA merupakan pembangkit yang benar-benar zero emision karena tidak memerlukan backup sumber energi lain yang berasal dari fosil.

Sedangkan dari sisi investasi, semakin berkembangnya teknologi maka investasi yang harus dianggarkan untuk PLTA makin murah. "Di awal investasinya memang masih tinggi tapi PLTA usianya juga akan lebih panjang dan biayanya lebih murah," ujar dia.

Tak hanya itu, lanjut Mamit, PLTA juga bisa menjadi konservasi sumber daya air  serta memberikan manfaat lain yang cukup banyak. multiplier effectnya besar. 

"Untuk itu seluruh pihak perlu mendukung PLN dalam penyediaan PLTA saat ini. Apalagi, proyek PLTA merupakan salah satu proyek yang diutamakan di rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2021-2030," imbuh Mamit.

Baca Juga: Kalla Group Bakal Selesaikan Tiga Proyek PLTA Berkapasitas 1.230 MW

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×